Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ternak Buaya di Thailand, Ciptakan Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Thailand ternyata tidak hanya dikenal dengan produk-produk pertaniannya. Negeri Gajah Putih itu juga dikenal sebagai rumah bagi beberapa peternakan besar buaya di dunia.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 02 Juli 2017  |  01:20 WIB
Penangkaran buaya Teritip - balikpapan.wordpress.com
Penangkaran buaya Teritip - balikpapan.wordpress.com

Bisnis.com, JAKARTA — Thailand ternyata tidak hanya dikenal dengan produk-produk pertaniannya. Negeri Gajah Putih itu juga dikenal sebagai rumah bagi beberapa peternakan besar buaya di dunia.

Dari peternakan itu, wisatawan dapat melihat reptil raksasa sedang bersantai di bawah terik matahari, mengunyah ayam, atau berkerumun di kolam hijau.

Menurut data dari Departemen Perikanan Thailand, terdapat sekitar 1,2 juta buaya yang berada di 1.000 peternakan buaya. Salah satu peternakan buaya terbesar di Thailand adalah Crocodile Sri Ayuthaya.

Peternakan itu telah beroperasi selama 35 tahun. Saat ini ada sekitar 150.000 buaya di peternakan tersebut.

"Kami adalah pertanian all in one, menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat, menciptakan pendapatan untuk negara ini," ujar pemilik peternakan Wichian Rueangnet seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (1/7/2017).

Sri Ayuthaya sendiri telah terdaftar dalam Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka Fauna dan Flora Liar (CITES). Dengan begitu, mereka dapat mengekspor produk-produk dari buaya air tawar Siam yang terancam punah ke China.

"Kami melakukan segala hal mulai dari membesarkan buaya hingga pembantaian, penyamakan dan pengekspor produk buaya," kata Wichian.

Untuk produk kulit buaya termasuk tas bergaya Birkin dijual seharga 80.000 baht (US$2.356) dan pakaian kulit buaya, yang terjual sekitar 200.000 baht (US$5.885), kata Wichian.

Sedangkan daging buaya dijual seharga 300 baht per kg. Adapun empedu dan darah reptil, dibuat untuk menjadi pil karena diyakini memiliki manfaat kesehatan, masing-masing bernilai 40.000 baht dan 500 baht per kg.

Di sisi lain, industri ini telah menghadapi kemunduran karena ekspor produk kulit buaya Thailand turun lebih dari 60 % pada 2016 menjadi 13 juta baht dari 34 juta baht pada 2015.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

thailand
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top