Anak-anak bermain air./Reuters-Pilar Olivares
Health

Orang Tua, Begini Dampak Berita Tragedi pada Anak

Nirmala Aninda
Jumat, 25 Agustus 2017 - 10:02
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Jangkauan media yang semakin luas tak diikuti dengan proses filter berita yang semakin kuat. Pemberitaan telah membombardir semua kalangan, bahkan kita bisa mendapatkan berita dari saluran yang tidak terduga seperti media sosial, di mana anak-anak cukup familiar menggunakannya.

Dokter anak dari Rumah Sakit Anak Seattle, Washington, Megan Moreno mengatakan, dampak paparan berita tragedi di media pada anak-anak biasanya akan mengalami susah tidur, rasa sakit seperti pusing dan sakit perut, perubahan perilaku seperti kurang dewasa, atau yang paling buruk sampai pada tahap depresi dan kesedihan yang berlebihan.

Jika sudah seperti ini, sebaiknya orang tua melakukan konsultasi dengan dokter anak profesional.

“Anda bisa saja mengunjungi Facebook hanya untuk melihat video kucing yang lucu atau konten menarik lainnya. Namun, tiba-tiba Anda bisa saja melihat berita tragis. Untuk itu, penting bagi orang tua untuk coba mundur dan memikirkan dampak ke anak-anak,” ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

Untuk itu, orang tua perlu berperan aktif dalam mendampingi anak-anak saat menerima informasi berita buruk semacam tragedi dari media. Orang tua bisa membantu anak untuk memberi ketenangan, dan meyakinkan anak berada di tempat yang aman.

Untuk itu, menjaga kebiasaan untuk menghabiskan waktu bersama menjadi sangat penting. Tragedi juga bisa memberikan kesempatan untuk keluarga berdiskusi sehingga sesama anggota keluarga bisa saling menolong.

Tidak ada salahnya jika anak-anak harus melihat orang tuanya sedih sebagai ekspresi perasaan bersama, meski emosi yang terlalu bergejolak akan sulit dihadapi oleh anak.

Peneliti dari University of Southern California David Schonfeld yang tidak terlibat dalam penulisan jurnal ini mengatakan, berbicara dengan anak-anak ketika dia merasa sedih sangat penting.

Masalahnya, kebanyakan orang yang menerima kabar buruk dari media, tidak memikirkan cara menceritakannya kepada anak-anak. Dari hasil rekomendasi yang disusun dalam JAMA Pediatrics, hal pertama yang harus dilakukan adalah bertanya sejauh mana informasi yang diketahui anak.

Hal ini perlu dilakukan agar orang tua bisa melakukan pengarahan ketika anak-anak memiliki miskonsepsi terhadap informasi yang diterimanya.

“Dengarkan mereka secara seksama dan tanyakan kepada mereka apakah mereka punya pertanyaan soal informasi tersebut. Jawablah dengan jujur dengan fokus pada pertanyaan mereka dan tidak mencoba berspekulasi pada apa yang akan terjadi selanjutnya,” katanya.

Jika mereka menunjukkan rasa cemas akibat berita tersebut, jelaskan kepada mereka bahwa mereka berada di tempat yang aman sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Kebanyakan anak-anak merasa takut pada hal-hal yang tidak terduga. Hal ini karena orang dewasa sudah terbiasa membaca berita harian, sementara anak-anak tidak,” katanya

Adapun untuk anak-anak yang masih di bawah umur, visualisasi pada berita televisi mungkin akan membuat anak-anak takut. Anak kecil biasanya butuh bantuan untuk memisahkan fantasi dan realitas.

Mereka mungkin juga bakal mengalami masa-masa kemunduran dalam berperilaku, seperti ngompol atau mengisap jempol. Bersabarlah dan dukung anak-anak saat mereka memproses informasi.

Sementara, anak-anak yang sudah menjelang remaja mungkin akan lebih sulit mnghindari diri dari sumber berita. Perbanyaklah melakukan diskusi dan cukup melihat berita secara sekilas saja.

Anak yang lebih tua mungkin akan mengajukan lebih banyak pertanyaan tentang tragedi itu sendiri, seperti upaya pemulihan dan penyebab kejadian tersebut. Jika mereka memiliki pendapat tentang mencegah tragedi di masa depan, dengarkan gagasan bagus mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Nirmala Aninda
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Tags :


Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro