Pameran Tentang Banda Bakal Dihelat di Galnas

Direktorat Jenderal Kebudayaan menggelar pameran Banda Warisan untuk Indonesia: Pala dan Perjanjian Breda 1667-2017 pada 22 September hingga 4 Oktober di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 20 September 2017  |  22:17 WIB
Pameran Tentang Banda Bakal Dihelat di Galnas
Galeri Nasional - galeri/nasional.or.id

Bisnis.com, JAKARTA --- Direktorat Jenderal Kebudayaan menggelar pameran Banda Warisan untuk Indonesia: Pala dan Perjanjian Breda 1667-2017 pada 22 September hingga 4 Oktober di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.

Pameran ini dihelat untuk peringatan 350 Tahun Perjanjian Breda yang digagas oleh Yayasan Warisan Budaya Banda Naira.

Perjanjian Breda merupakan kesepakatan antara Inggris dan Belanda terkait penyerahan Manhattan kepada Inggris, dan sebagai kompensasinya Inggris menyerahkan Pulau Run kepada Belanda pada tanggal 31 Juli 1667. Perjanjian ini pula yang mengakhiri perang Anglo-Belanda kedua.

Pameran ini menyoroti sejarah Banda sebagai penghasil rempah yang kaya dan bagaimana peran Banda sebagai pusat perhatian dalam perdagangan dan politik internasional. Pameran ini juga menghubungkan episode sejarah tersebut dengan Banda saat ini dan bagaimana Banda menjadi sumber inspirasi dalam karya seni kontemporer.

Dalam siaran pers yang diterima, Selasa (19/8/2017), pameran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda akan perannya sebagai penerus sebuah bangsa besar yang sejak dahulu telah memiliki peran penting dalam sejarah perdagangan dunia. Dengan demikian diharapkan akan muncul kebanggaan akan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Beberapa seniman nasional dan internasional seperti Hanafi, Titarubi, I Made Wianta, dari Indonesia; Beatrice Glow dari New York; Isabelle Boon dari Belanda; dan Jez O’Hare dari Inggris; yang terinspirasi oleh Banda turut berpartisipasi menampilkan karya seni mereka dalam pameran ini.

Adapun tim kurator yang terlibat dalam pameran ini adalah Wim Manuhutu, Sadiah Boonstra, Wieske Sapardan, dan Siti Halimah.

Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, Banda merupakan bagian penting dalam wilayah NKRI yang dalam sejarahnya telah mengubah tatanan dunia sebagai penghasil rempah dan akar budaya maritim Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pameran

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top