3 Pesta Seni Biennale Segera Digelar

Di Indonesia kini hadir tiga ajang biennale, Jakarta Biennale, Jogja Biennale, dan Makassar Biennale. Berbagai karya seni maupun kegiatan-kegiatan terkaitnya bakal hadir di ketiga biennale itu. Menariknya, tiga biennale ini diselenggarakan dalam waktu yang berdekatan.
Dika Irawan | 28 Oktober 2017 06:04 WIB
Makassar Biennale 2017 - makassarbiennale.org

Bisnis.com, JAKARTA - Di Indonesia kini hadir tiga ajang biennale, Jakarta Biennale, Jogja Biennale, dan Makassar Biennale. Berbagai karya seni maupun kegiatan-kegiatan terkaitnya bakal hadir di ketiga biennale itu. Menariknya, tiga biennale ini diselenggarakan dalam waktu yang berdekatan.

Jogja Biennale dibuka 2 November. Jakarta Biennale dibuka pada 4 November. Kemudian, Makassar Biennale dibuka pada 8 November. Dengan demikian, hal ini memudahkan para pemangku kepentingan seni kontemporer dunia untuk menghadiri biennale di Indonesia.

Pada tahun ini, Jakarta Biennale mengangkat tajuk "Jiwa". Berlangsung di Gudang Sarinah Ekosistem, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Sejarah Jakarta, perhelatan ini melibatkan sebanyak 51 seniman Indonesia dan mancanegara.

Sementara itu, Jogja Biennale hadir dengan seri "Equator"-nya. Padah tahun ini, Jogja Biennale bekerja sama dengan Brasil. Seri ini membawa Indonesia, khususnya Yogyakarta untuk mengelilingi bumi selama 10 tahun. Sebelumnya biennale ini telah bekerja sama dengan sejumlah negara seperti Arab, Nigeria, dan India.

Adapun Makassar Biennale bakal mengusung maritim sebagai tema 'Abadi'. Sejumlah seniman dari Aceh hingga Papua dijadwalkan akan berpartisipasi pada ajang yang dihelat untuk kedua kalinya ini. Bukan hanya jaringan seni rupa nasional dan internasional, Makassar Biennale juga membuka ruang bagi warga berjejaring dengan menampilkan dan memamerkan karya-karya UKM rintisan.

Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Ricky Pesik mengatakan dukungan paling konkret Bekraf untuk ketiga ajang ini adalah pembiayaan, tapi Bekraf tidak mendanai 100% ketiga biennale tersebut. Selebihnya, adalah kerja keras para penyelenggara Biennale untuk menempatkan Indonesia dalam peta seni kontemporer dunia.

“Kami memang harus beri dukungan kepada mereka,” tuturnya dalam jumpa pers di Paviliun Bekraf, Senayan City, Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Ricky menambahkan dengan adanya hajatan biennale ini, ke depan diharapkan Indonesia tidak sekadar menjadi tujuan wisata. Tetapi juga tujuan para pecinta seni dari berbagai belahan dunia. Sebab, ujar Ricky, bicara seni rupa Indonesia cukup memegang peranan penting di level Asia Tenggara bahkan Asia.

“Seniman di Indonesia banyak. Begitu pula kolektornya. Jadi sudah saatnya kita memimpin di kawasan Asia Tenggara.”

Tag : biennale
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top