Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Andy Noya Ajak Masyarakat Gunakan Produk Lokal

Di tengah gempuran produk asing, dan terbukanya pasar bebas Asean, presenter Andy Noya mengajak masyarakat untuk menggunakan produk Indonesia. Dia merek-merek lokal dicintai dan dibanggakan di negerinya sendiri. Andy mengingat bagaimana hal ini digaungkan pada era 80-an oleh pemerintah
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 02 November 2017  |  07:24 WIB
Talk Show Kick Andy - Youtube
Talk Show Kick Andy - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah gempuran produk asing, dan terbukanya pasar bebas Asean, presenter Andy Noya mengajak masyarakat untuk menggunakan produk Indonesia. Dia merek-merek lokal dicintai dan dibanggakan di negerinya sendiri. Andy mengingat bagaimana hal ini digaungkan pada era 80-an oleh pemerintah.

"Tahun 1985, sewaktu saya masih reporte, dulu ada menteri Ginanjar Kartasasmita. Pada zaman dia nasionalisme benar-benar digenjot lewat ajakan menggunakan merek-merek, atau produk-produk lokal," katanya Rabu (1/11/2017).

Sebagaimana diketahui Andy Noya adalah presenter yang banyak bersinggungan dengan pengembangan usaha lokal berskala kecil dan menengah lewat program-program televisi yang dipandunya maupun organisasi yang dibuatnya. Berdasarkan pengalamannya, merek-merek lokal tidak hanya menyejahterakan si pengusaha tapi juga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Salah satunya adalah Peter, pengusaha kopi dari Papua. Dulunya di Papua ada beberapa pabrik kopi yang dimiliki oleh pengusaha dari Jerman dan Belanda, tapi selepas Indonesia merdeka pabrik-pabrik itu jadi terbengkalai. Tak banyak masyarakat yang punya kemampuan untuk menghidupkan kembali pabrik kopi tersebut. Peter justru secara perlahan datang untuk mecoba menggerakan kembali pabrik kopi tersebut. Meski tidak mudah akhirnya Peter berhasil menghidupkan kembali sisa-sisa pabrik tersebut.

"Sekarang dia berhasil mengembangkan kembali kopi papua dengan nama Garuda. Kopinya sudah diekspor ke luar negeri," katanya.

Dari contoh cerita tentang Peter tersebut, Andy menyebut bahwa sebenarnya banyak kekayaan dan produk di Indonesia yang bisa diolah menjadi merek-merek yang hebat, tidak hanya sekadar jadi sebuah komoditas. Sebuah merek bisa membuat seseorang membeli barang tersebut, bukan hanya karena nilai gunanya, tapi juga karena alasan kemanusiaan, atau cerita lain yang dibangun bersamaan dengan merek tersebut.

"Merek lokal ini bukan sekadar urusan bisnis, tapi juga urusan nasionalisme dan pemberdayaan masyarakat lokal. Nilai nasionalisme ini adalah bagian dari brand [merek] dari produk lokal kita sendiri. Kita harus mendukung merek lokal untuk bisa bersaing dengan merek-merek asing yang sudah lama merajai pasar di Indonesia," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kick andy
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top