Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Borobudur Writers and Cultural Festival 2017 Siap Digelar

Borobudur Writers & Cultural Festival akan kembali digelar untuk keenam kalinya. Gelaran kali ini dilaksanakan selama 23-25 November 2017 mendatang. Tahun ini tema yang diangkat adalah Gandawyuha dan Pencarian Religiusitas Agama-agama Nusantara.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 14 November 2017  |  20:59 WIB
Borobudur - Istimewa
Borobudur - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Borobudur Writers & Cultural Festival akan kembali digelar untuk keenam kalinya. Gelaran kali ini dilaksanakan selama 23-25 November 2017 mendatang. Tahun ini tema yang diangkat adalah Gandawyuha dan Pencarian Religiusitas Agama-agama Nusantara.

Serangkaian acara akan mengisi gelaran yang dilaksanakan di Magelang dan Yogyakarta ini. Untuk acara pembukaan yang dilaksanakan di Yogyakarta, akan dilaksanakan pameran buku, pameran lontar dan naskah kuno, pidato pembukaan, peluncuran buku bersama penulis, pertunjukan musik, dan pidato kebudayaan.

Acara ini dihadiri berbagai pihak seperti budayawan, akademisi, jurnalis, penulis, novelis, penyair, seniman, musisi, mahasiswa, pelajar dan masyarakat. Acara ini menjadi ajang bertukar pemikiran dan karya di bidang literatur dan kebudayaan.

Tema yang diangkat membahas bagaimana pluralisme telah mengakar di Indonesia bahkan sejak zaman Jawa kuno. Hal itu bisa dilihat pada relief Gandawyuha pada Candi Borobudur.

Sudarto yang terlibat sebagai kurator dalam acara ini mengatakan relief tersebut menceritakan bagaimana seorang Gandawyuha mencapai bodhi. Dia dikisahkan mencari ilmu dari sebanyak 53 guru berbeda sampai akhirnya tergugah dan mencapai bodhi.

"Dia diceritakan mencari ilmu dari berbagai guru berbeda, dan gurunya ini tidak hanya dari biksu saja. Di sana justru hanya ada enam biksu yang menjadi gurunya, lainnya ada berbagai kalangan, bahkan ada ceritanya dia berguru pada PSK [Pekerja Seks Komersial]," katanya, Selasa (14/11/2017).

Sudarto lebih lanjut mengatakan acara ini akan mengajak para peserta untuk membaca relief Gandawyuha bersama-sama. Menurutnya relief tersebut adalah sebuah bagian inti dari Candi Borobudur.

"Sampai saat ini belum ada yang bisa menafsirkan relief Borobudur secara utuh dan keseluruhan. Tetapi menurut saya, relief Gandawyuha yang sering dilupakan ini, justru sebenarnya adalah inti dari seluruh relief dalam Candi Borobudur," jelasnya.

Setelah hari pembukaan, ada beragam acara lainnya yang turut memeriahkan gelaran ini. Di antaranya seni pertunjukan kolaborasi antara tarian, yoga, dan instalasi. Selain itu, ada juga pertunjukkan musik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penulis
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top