Star Wars The Last Jedi: Siapakah Jedi Terakhir?

Rey (Daisy Ridley) akhirnya menemukan Luke Skywalker (Mark Hamill), master Jedi harapan terakhir pasukan pemberontak di bawah pimpinan Leia Organa (Carrie Fisher) melawan First Order.
Newswire | 15 Desember 2017 09:47 WIB
Film Star Wars The Last Jedi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Rey (Daisy Ridley) akhirnya menemukan Luke Skywalker (Mark Hamill), master Jedi harapan terakhir pasukan pemberontak di bawah pimpinan Leia Organa (Carrie Fisher) melawan First Order.

Luke yang sempat menghilang beberapa lama ternyata menyepi di Acht-To, tempat kuil Jedi pertama didirikan. Luke berharap bisa mati di sana.

Menemukan Luke tak berarti mudah membawanya kembali ke resistance. Ini menjadi misi berikutnya Rey. Luke butuh satu hal yang mampu meyakinkannya dan ada satu sosok yang bisa melakukan hal itu. Apakah Rey sosok itu?

Salah satu alasan sulitnya sang master kembali adalah luka pasca kepergian mantan muridnya, Ben Solo (Adam Driver). Walau berpaling sisi gelap dan menjadi Kylo Ren, Ben nyatanya masih mengalami konflik batin.

Akankah dia berhasil mengatasi konflik itu dan kembali ke sisi Luke dan resistance?

Di lain sisi, First Order yang dipimpin oleh pemimpin agung Snoke (Andy Serkis) semakin sengit memburu para pemberontak. Ratusan nyawa dari pihak Leia melayang, termasuk orang-orang terdekat Leia.

JIka memang Kylo memilih meninggalkan First Order, apakah ini berarti dia berhenti menargetkan Luke sebagai sasaran utamanya dan Luke lah Jedi terakhir itu?

Karakter baru dan hubungan lanjutan Kylo dan Rey

Sutradara Rian Jonhson membawa beberapa karakter baru dalam serial ke delapan dari saga film Star Wars ini, yakni Poe (Oscar Isaac), pilot pertahanan X-Wing yang pembangkang, Finn (John Boyega), seorang mantan prajurit Stroomtrooper First Order yang membelot, serta BB-8 dan Rose (Kelly Marie Tan).

Kehadiran mereka menjadi penyegar cerita yang terkadang bisa membuat penonton menyunggingkan senyum. Belum lagi tingkah konyol Luke, Leia dan para makhluk di dalam cerita.

Tak hanya itu, soal sisi terang dan gelap "The Last Jedi" juga membahas hubungan lanjutan Kylo dan Rey. Ada semacam penghubung yang memungkinkan mereka saling berkomunikasi walau terpisah ruang.

"Walaupun terpisah keyakinan dan memiliki tujuan yang bertentangan, Kylo dan Rey tidak jauh berbeda. Keduanya bersama-sama mengarungi perjalanan yang mengharuskan mereka melakukannya sendiri," tutur Adam.

Sisi terang menghadapi kegelapan, yang tua menghadapi yang baru, dan perjuangan menemukan keseimbangan dalam Force kembali dalam The Last Jedi, sekuel yang menempatkan Luke Skywalker dan saudarinya -Leia- di tengah petualangan emosional.

The Last Jedi, yang ditulis dan disutradarai Rian Johnson, menampilkan tokoh baru, yang diperkenalkan pertama kali pada Star Wars: The Force Awakens (2015), kembali bergabung bersama veteran film waralaba tersebut dalam Resistance, yang dipimpin Jenderal Leia, yang diperankan

Carrie Fisher, melawan First Order, yang mengancam dan berusaha mengendalikan galaksi.

"Karena ini adalah babak baru dan karena di situlah kita harus mulai memberikan tantangan pada para tokoh, film tersebut akan menuju tempat intens," kata Johnson dalam wawancara baru-baru ini.

The Last Jedi, ditayangkan di bioskop di seluruh dunia sejak Rabu dan menjadi episode kedelapan dari kisah Star Wars, yang telah berlangsung lama, dimulai George Lucas dengan Episode IV: A New Hope 1977.

Rey (Daisy Ridley) dengan putus asa mencoba meyakinkan si keras kepala Luke (Mark Hamill), yang telah mengasingkan diri di sebuah pulau terpencil dan menyerah dengan jalan Jedi, untuk bergabung dalam pasukan pemberontak, yang kehilangan harapan melawan First Order yang dipimpin oleh pemimpin tertinggi tiran Snoke (Andy Serkis).

Johnson memperlihatkan Force, energi supranatural yang berjalan melalui galaksi dan yang diajarkan oleh Luke saat masih muda untuk dimanfaatkan oleh Yoda, sang Master Jedi pada serial 1980-an The Empire Strikes Back.

Luke tua telah menolak Force dan Jedi setelah salah satu mantan muridnya, Ben Solo (Adam Driver), berpaling ke sisi gelap.

"Orang-orang baik benar-benar datang melawan batas dan semua orang menghadapi tantangan yang tidak mereka duga dalam film ini," kata Hamill.

Rey memanfaatkan Force dan menemukan bahwa hal tersebut menghubungkannya melalui penglihatan kepada Ben, yang sekarang adalah penjahat yang tersiksa, Kylo Ren. Rey mencoba meyakinkannya untuk mengikuti sisi terang, sementara Ren mencoba menariknya ke sisi gelap.

"Ini tentang keseimbangan pada umumnya. Ini semacam tentang mengambil label dan... menemukan jalan tengah serta lebih mengerti bahwa dalam sebuah perang, kedua belah pihak mengalami kekalahan," kata Ridley.

Film tersebut juga menampilkan Fisher, yang meninggal Desember lalu, tak lama setelah dia menyelesaikan pekerjaannya dalam film tersebut. The Last Jedi tidak menyimpulkan cerita tentang Leia, yang nantinya akan diserahkan kepada pembuat film Episode IX pada 2019 mendatang.

Tayangan awal film Walt Disney The Last Jedi sebagian besar dimulai pada Selasa, dan Boxoffice.com memproyeksikan film tersebut akan menghasilkan 185 juta dolar AS hingga 215 juta dolar AS di Amerika Utara pada akhir pekan pertama, yang merupakan salah satu debut film terbesar sepanjang sejarah di Amerika Serikat.

Johnson mengatakan, seperti film Star Wars sebelumnya, ia ingin membawa semacam kekonyolan pada The Last Jedi, mulai Poe Dameron (Oscar Isaac) yang mengejek Jenderal Hux yang pemarah, kata-kata pedas Leia dan Chewbacca yang suka menggoda Porgs, makhluk baru berbulu halus.

"Bagi saya, film Star Wars adalah petualangan menyenangkan. Ini seperti Anda sedang menonton opera, namun Anda juga harus memiliki permen karet," demikian Johnson.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
star wars

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top