China, India, dan Korsel Berminat Buka Bioskop di Indonesia

Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Ricky Pesik mengatakan bahwa saat ini banyak calon investor berniat menambah jumlah layar di Indonesia, dan masih menunggu aturan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud).
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 18 Desember 2017  |  11:43 WIB
China, India, dan Korsel Berminat Buka Bioskop di Indonesia
Studio Cinemaxx Gold - www.cinemaxxtheater.com

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Ricky Pesik mengatakan bahwa saat ini banyak calon investor berniat menambah jumlah layar di Indonesia, dan masih menunggu aturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud).

Ricky menyebut setidaknya ada tujuh Peraturan Menteri (Permen) dari Kemendikbud terkait investasi perfilman termasuk bioskop.

"Masih wait and see lah, yang tengok-tengok doang juga banyak. Tetapi memang kebanyakan masih menunggu peraturan dari Kemendikbud yang nanti akan dikeluarkan, setidaknya ada tujuh permen, saya gak bisa bilang persisnya, masih draf juga soalnya," kata Ricky, Minggu (17/12/2017) malam.

Saat ini sudah ada beberapa investor besar yang datang dari China dan India berminat membuka jaringan bioskop di Indonesia. Akan tetapi, investor belakangan dari India dikabarkan agak mengurungkan niatnya.

Di luar kedua negara tersebut, Ricky mengatakan bahwa dari Korea Selatan (Korsel) Lotte telah menyatakan bersedia membuka jaringan bioskopnya di Indonesia. Meski belum bisa menyebut jumlah layarnya, dia menanggapi ketertarikan Lotte dengan positif.

Di sisi lain, Ricky mengatakan sebenarnya jaringan bioskop Cineplex 21 Group juga telah mendapatkan investor baru pada awal tahun ini. Diperkirakan mereka akan menambah sekitar 500 layar di Indonesia.

"Dua puluh satu sudah dapat investasi dari Singapura, itu saja bisa 500 layar sendiri," katanya.

Saat ini jumlah layar di Indonesia baru berjumlah sekitar 1200-an layar yang lebih banyak berpusat di Jawa, terutama Jakarta. Pada 2020, Ricky mengatakan pemerintah menargetkan untuk bisa mencapai setidaknya 2.400 layar, atau meningkat dua kali lipat.

Ricky juga mengatakan Bekraf akan berupaya mendorong pembukaan layar baru agar tidak melulu berpusat di Jawa. Pihaknya akan berkoordinasi dengan lembaga kementerian lain untuk bisa memberi insentif bagi para investor yang mau membuka layar di luar Jawa.

"Itu nanti kita akan coba buat lah, mungkin akan ada insentif tersendiri bagi investor yang mau membuka layar di luar Jawa. Nanti kita koordinasi dengan Kemendikbud," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bioskop

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top