Polusi Udara Bisa Sebabkan Kurangnya Berat Janin

Studi di Inggris menemukan bahwa polusi udara di lalu lintas dapat memengaruhi rendahnya berat badan bayi yang ada dalam kandungan.
Nindya Aldila | 22 Desember 2017 01:30 WIB
Ilustrasi: Polusi udara di Beijing, China. - Bisnis.com/Lili Sunardi

Bisnis.com, LONDON - Studi di Inggris menemukan bahwa polusi udara di lalu lintas dapat memengaruhi rendahnya berat badan bayi yang ada dalam kandungan.

Ketua Penelitian di School of Public Health of the Imperial College, Rachel Smith, mengatakan pada penelitian sebelumnya, diketahui bahwa kebisingan berdampak pada kesehatan, seperti gangguan tidur, peningkatan tekanan darah, dan penyakit kardiovaskular.

Adapun saat ini, Smith bersama timnya mencoba untuk meneliti dampak dari kedua faktor, yakni polusi udara dan kebisingan suara lalu lintas.

Penelitian ini dilakukan pada 540.000 bayi di London dengan mengidentifikasi daerah perumahan masing-masing ibu bayi.

“Hasil penemuannya menunjukkan bahwa ibu hamil dengan paparan polusi yang lebih tinggi, kemungkinan memiliki bayi dengan berat yang ringan juga lebih tinggi. Namun, risiko ini lebih rendah ketimbang yang dihasilkan oleh paparan asap rokok,” katanya sepeti dikutip Reuters pada Kamis (21/12/2017).

Tingginya polusi udara, seperti nitrogen dioksida, nitrogen oksida, dan partikel halus berhubungan dengan 2% - 6% kemungkinan kurangnya berat badan bayi dan 1% - 3% berdampak pada kecilnya ukuran janin pada saat kehamilan, bahkan setelah menambahkan faktor kebisingan lalu lintas.

“Orang sulit untuk mengurangi paparan polusi udara karena artinya mereka harus membuat perubahan besar pada gaya hidup, perjalanan atau tempat tinggal mereka. Meningkatkan kualitas udara dan mengurangi polusi udara di lalu lintas perkotaan memerlukan kebijakan pemerintah,” kata Smith.

Sumber : Reuters

Tag : polusi udara
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top