Tekan Kematian Pada Bayi, ASI Eksklusif Wajib Meski Ibu Bekerja

Pemberian ASI eksklusif merupakan cara paling efektif untuk mengurangi dan mencegah kematian pada bayi, begitu juga dengan ibu bekerja.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 25 Desember 2017  |  06:49 WIB
Tekan Kematian Pada Bayi, ASI Eksklusif Wajib Meski Ibu Bekerja
Seorang ibu menggendong bayinya. - Istimewa

Bisnis.com JAKARTA – Pemberian ASI eksklusif merupakan cara paling efektif untuk mengurangi dan mencegah kematian pada bayi, begitu juga dengan ibu bekerja.

WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan karena pada beberapa bulan pertama kehidupan, ASI dipercaya tidak terkontaminasi dan mengandung banyak gizi yang diperlukan bayi di usia tersebut.

Adapun untuk ibu bekerja, pemberian ASI eksklusif tidak boleh putus meski tidak bisa menjaga bayi sehari penuh.

Spesialis obstetri dan ginekologi Ali Sungkar mengatakan mengatakan segera setelah bayi lahir, ibu yang harus kembali bekerja dapat terus memberikan ASI eksklusif dengan menggunakan alat bantu, seperti breast pump.

Peralatan seperti breast pump saat ini pun sudah banyak tersedia di berbagai toko dan beraneka ragam, mulai dari jenis manual sampai elektrik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing ibu.

Ibu dapat memerah ASI dua sampai tiga kali untuk membuat ibu merasa nyaman dan mengurangi ASI menetes. Hasil dari ASI yang diperah di tempat kerja dapat disimpan di termos es untuk dibawa pulang.

“Hal yang perlu diperhatikan selain menyediakan ASI cukup bagi buah hati adalah penyimpanan ASI. ASI yang disimpan pada suhu 19-25°C dapat bertahan selama 4-8 jam. Bila ASI disimpan di dalam lemari es pada suhu 0-4°C akan bertahan selama 1-2 hari,” katanya, seperti dikutip dari siaran pers, Senin (25/12).

ASI yang disimpan di dalam lemari pembeku (freezer) pada lemari es satu pintu akan bertahan selama 2 (dua) bulan, sedangkan dalam freezer pada lemari es dua pintu, ASI akan bertahan selama tiga sampai dengan (3-4) bulan. Tempat menyimpan ASI sebaiknya dari plastik polietylen atau gelas kaca.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bayi

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top