Cara Mengamankan Aset bagi Ibu Rumah Tangga

Memititigasi risiko ternyata tak hanya perlu dilakukan oleh sebuah perusahaan tetapi juga seorang perempuan di dalam keluarga.
Nindya Aldila | 23 Januari 2018 13:37 WIB
Tips Keuangan. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -  Memititigasi risiko ternyata tak hanya perlu dilakukan oleh sebuah perusahaan tetapi juga seorang perempuan di dalam keluarga.

Hal ini diperlukan sebagai perlindungan finansial terhadap risiko yang tidak diinginkan yang bisa terjadi tanpa kuasa kita.

Dikutip dari Investopedia, kesetaraan pendapatan perempuan semakin membaik, bahkan tak sedikit perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

Namun, bukan berarti bagi Anda ibu rumah tangga tidak tahu caranya menyimpan aset berharga. Berapapun penghasilan Anda, pastikan Anda dilindungi secara finansial. Berikut caranya:

Pertama, miliki aset atas nama Anda sendiri. Kepemilikan bersama memang bisa membantu semakin banyaknya kas, tetapi Anda juga perlu menyiapkan risiko seperti perceraian. Pastikan beberapa aset sesuai dengan nama Anda untuk keamanan individu yang lebih baik.

Kedua, berkontribusi ke rekening tabungan pensiun. Selalu berkontribusi pada rencana pensiun Anda. Idealnya untuk memaksimalkan kontribusi Anda, bahkan jika Anda tidak bekerja, berapapun pendapatan rumah tangga.

Ketiga, lindungi diri Anda dengan asuransi jiwa dan kecacatan yang memadai.Jika Anda mengandalkan pasangan untuk mendukung beberapa atau semua biaya rumah tangga, asuransi jiwa dan kecacatan akan melindungi Anda dan orang yang Anda cintai jika terjadi kecacatan atau kematian. Demikian juga, pastikan Anda memiliki cakupan individu yang memadai.

Keempat, pertimbangkan untuk mendapatkan pinjaman. Jika Anda memiliki pinjaman seperti hipotek, atau mungkin memerlukannya di masa depan, pastikan Anda dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan hipotek secara independen jika terjadi kematian, kecacatan atau perceraian.

Kelima, pertahankan skill Anda. Jika Anda telah meluangkan waktu untuk merawat anak-anak atau anggota keluarga, jaga agar keterampilan Anda tetap terasah, misalnya memasak, menjahit, atau mungkin bahasa asing. Hal ini dapat membantu meringankan potensi kembali bekerja di masa depan.

Keenam, pertimbangkan potensi umur panjang sebagai Wanita. Sebagai seorang wanita, Anda cenderung menikmati umur yang lebih panjang daripada pasangan Anda. Menjadi sendirian seiring bertambahnya usia membutuhkan keamanan finansial dan emosional, dan partisipasi berkelanjutan dalam keuangan Anda. Lalu, kumpulkan aset yang memadai untuk empersiapkan masa tua

Tag : tips keuangan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top