Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lagu 'Tears in Heaven' Dinyanyikan untuk Mengenang Korban Tragedi Las Vegas

Tiga musisi country yang sempat tampil di festival Las Vegas tahun lalu bereuni kembali di ajang Grammy Awards pada Minggu (28/1/2018) malam waktu setempat.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 29 Januari 2018  |  19:42 WIB
Lagu Tears in Heaven di Granmy Awards - foxnews
Lagu Tears in Heaven di Granmy Awards - foxnews

Bisnis.com, NEW YORK - Tiga musisi country yang sempat tampil di festival Las Vegas tahun lalu bereuni kembali di ajang Grammy Awards pada Minggu (28/1/2018) malam waktu setempat.

Ketiganya adalah penyintas tragedi penembakan masal yang terjadi tahun lalu. Tragedi itu disebut sebagai salah satu tragedi terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah A.S.

Mereka bertiga adalah Brother's Osborne, Eric Church, dan Maren Morris. Mereka sedang tampil dalam festilam musik Country Route 91 pada 1 Oktober 2017. Seorang pria bernama Stephen Paddock tiba-tiba datang membawa senapan dan menembakan pelurunya secara membabu buta ke arah penonton.

Sebanyak 58 orang meregang nyawa, ratusan orang luka-luka. Salah satu tragedi penembakan massal terburuk sepanjang sejarah tersebut diakhiri dengan bunuh diri sang pelaku.

Dalam gelaran Grammy yang berlangsung beberapa jam lalu, ketiganya tampil berdampingan membawakan lagu Eric Clapton "Tears in Heaven". Mereka bernyanyi di depan latar belakang panggung, yang menampilkan nama-nama para korban meninggal dalam kejadian tersebut.

"Kami di sini memberi penghormatan kepada setiap memori indah para jiwa-jiwa para pencinta musik yang secara kejam diambil dari dunia ini," ujar Morris.

Dia menambahkan, tribut tersebut tidak hanya diberikan untuk para korban Las Vegas, tetapi juga para korban bom bunuh diri yang terjadi saat konser Ariana Grande berlangsung di Manchester pada Mei 2017. Tragedi tersebut, membuat 22 orang kehilangan nyawa mereka.

Penampilan dari ketiganya langsung mendapat apresiasi dari para netizen di seluruh dunia. Termasuk salah satunya adalah politisi partai Demokrat A.S. Gabrielle Giffords--yang juga pernah mengalami percobaan pembunuhan,  menyampaikan sanjungannya melalui cuitannya di Twitter.

”Terima kasih @MarenMorris, @brothersosborne, [email protected] atas cahaya dan terang yang kalian berikan kepada epidemik kekerasa bersenjata ini. Kita harus bersama-sama melakukan tugas kita untuk tetap menjaga masyarakat tetap aman. #Grammys #CourageToFight," tulisnya.

Church, yang menjadi bintang tamu utama pada malam pertama penyelenggaran festival Route 91 langsung menulis lagu "Why Not Me" segera kejadian tersebut. Dia mengatakan bahwa industri musik akan selalu bersatu bersama penggemarnya.

"Pada 1 Oktober 2017, semua musik country diingatkan dengan cara yang paling tragis. Rasa terhubung yang kami bagikan dengan para penggemar, dan kekuatan penyembuhan musik akan selalu ada," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penembakan grammy award

Sumber : Reuters

Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top