Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viostin DS Terkontaminasi, YLKI Minta Produsen Beri Kompensasi untuk Konsumen

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak dua produsen suplemen makanan dan obat dengan merk Viostin D dan Enzyplex yakni PT Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk memberikan kompensasi kepada konsumen.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 02 Februari 2018  |  08:38 WIB
Viostin DS Terkontaminasi, YLKI Minta Produsen Beri Kompensasi untuk Konsumen
Viostin DS - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak dua produsen suplemen makanan dan obat dengan merk Viostin D dan Enzyplex yakni PT Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk memberikan kompensasi kepada konsumen.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan sebagai bentuk pertanggungjawaban lantaran merugikan masyarakat sebagai konsumen.

“Minimal mengembalikan sejumlah uang kepada konsumen yang telah mengonsumsi sesuai nilai pembeliannya,” ujar Tulus, Kamis (1/2/2018).

Tulus juga mengatakan kedua perusahaan tersebut harus melakukan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat sebagai konsumen. Sebab, kata dia, hal tersebut merupakan bentuk keteledoran yang sangat merugikan konsumen.

Sebelumnya, BPOM telah menginstruksikan PT Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories menghentikan produksi dan distribusi produk tersebut. Instruksi tersebut dicantumkan dalam keterangan resmi di laman www.pom.go.id pada Selasa, 30 Januari 2018.

"Berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran (post-market vigilance) melalui pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA babi, ditemukan bahwa produk di atas terbukti positif mengandung DNA babi," demikian keterangan tertulis BPOM.

Menurut keterangan BPOM, PT Pharos Indonesia telah menarik semua produk Viostin DS dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 dan nomor bets BN C6K994H dari pasaran serta menghentikan produksi Viostin DS. Selain itu, PT Medifarma Laboratories telah menarik seluruh produk Enzyplex tablet dengan NIE DBL7214704016A1 dan nomor bets 16185101 dari pasaran.

Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan konsumen, BPOM menginstruksikan Balai Besar dan Balai POM di seluruh Indonesia terus memantau dan menarik produk yang tidak memenuhi ketentuan. Termasuk yang terdeteksi positif mengandung DNA babi, tapi tidak mencantumkan peringatan mengandung babi.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top