Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viostin DS Terkontaminasi, Berikut Penjelasan Pharos Indonesia

Corporate Communications Director PT Pharos Indonesia Ida Nurtika menjelaskan perihal kontaminasi yang terjadi pada produk Viostin DS.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 31 Januari 2018  |  19:38 WIB
Viostin DS Terkontaminasi, Berikut Penjelasan Pharos Indonesia
Viostin DS - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Corporate Communications Director PT Pharos Indonesia Ida Nurtika menjelaskan perihal kontaminasi yang terjadi pada produk Viostin DS.

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/1/2018), Ida mengatakan bahwa pihkanya sangat menjaga kualitas dari seluruh produk yang dihasilkan, mulai dari pengujian bahan baku hingga produk jadi yang dihasilkan.

“Ketika ada temuan indikasi kontaminasi oleh Badan POM pada akhir November 2017, kami melakukan upaya penanganan sesuai dengan arahan Badan POM, yang dimulai dari penarikan bets produk yang diduga terkontaminasi, menghentikan produksi dan penjualan produk Viostin DS. Sebagai bentuk tanggung jawab selaku produsen, kami berupaya menarik seluruh produk Viostin DS dari berbagai wilayah di Indonesia,” katanya.

Dikatakan, secara internal, pihaknya melakukan penelusuran sumber dugaan kontaminasi terhadap bahan baku yang digunakan dan produk jadi, dimulai dari tempat produksi produk jadi, kualitas bahan baku, tempat penyimpanan bahan baku, produsen bahan baku, dan juga di tempat-tempat lain yang memungkinkan terjadinya kontaminasi.

Berdasarkan hasil penelusuran, ditemukan bahwa salah satu bahan baku pembuatan Viostin DS, yakni Chondroitin Sulfat, yang didatangkan dari pemasok luar negeri dan digunakan untuk produksi bets tertentu, belakangan diketahui mengandung kontaminan.

“Untuk itu, kami telah menyiapkan alternatif pemasok bahan baku dari negara lain yang telah bersertifikat halal di negara asalnya dan telah lulus uji PCR (Polymerase Chain Reaction),” ujar Ida.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top