5 Hal Penting yang Bisa Memicu Perceraian Namun Kerap Diabaikan

Apa penyebab utama perceraian dalam pernikahan di Indonesia. Pertama umumnya karena perselingkuhan, kedua karena faktor ekonomi.
Mia Chitra Dinisari | 06 Februari 2018 13:05 WIB
Ilustrasi perceraian - divorce/online.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Apa penyebab utama perceraian dalam pernikahan di Indonesia. Pertama umumnya karena perselingkuhan, kedua karena faktor ekonomi.

Namun, di luar dua hal tersebut, ada banyak faktor lain yang bisa memicu perceraian dalam keluarga dan pernikahan.

Tidak mudah bagi dua orang, yang saling mencintai satu sama lain, untuk mengakhiri pernikahan. Tapi entah di mana, mereka sadar lebih baik berpisah daripada tetap bersama.

Terkadang ada alasan yang tidak dapat didamaikan di balik keputusan mereka dan terkadang ada beberapa masalah yang pasangan bisa dengan mudah memutuskan untuk menyelamatkan pernikahan mereka. Inilah beberapa kebiasaan yang tampaknya tidak berbahaya yang bisa menjadi tulang pertengkaran antara pasangan dan menghindari hal ini bisa membuat pernikahan semakin kuat.

Munculnya perceraian dimulai dari hilangnya kebahagiaan dalam rumah tangga Anda atau antara suami dan istri.

Berikut beberapa hal yang bisa membuat pernikahan tidak bahagia dan berujung pada perceraian seperti dilansir timesofindia.com

1. Tidak menangani masalah penting pada waktu yang tepat

Bila ada masalah dalam suatu hubungan, selalu ada baiknya mengatasi masalah sesegera mungkin.
Tapi banyak yang memilih jalan keluar dengan mudah dengan memilih untuk meninggalkan pasangan saat masalah muncul. Hal ini lazim dilakukan banyak pasangan, padahal lari dari masalah tidak akan mendapatkan solusi terbaik.

Sebaiknya, selesaikan masalah tersebut saat hal tersebut terjadi sebelum terlambat dan pasangan Anda menilai Anda tidak peduli dengannya dan dengan hubungan kalian.

2. Mengungkit masalah lama

Kita semua melakukan itu, bukan? Membawa masalah lama, yang menambah bahan bakar untuk diperjuangkan. Ini adalah kebiasaan yang harus dihindari dengan segala cara. Bila pasangan terus-menerus mengomel masalah lama, itu tidak hanya mengganggu tapi bisa sangat menyebalkan. Jika Anda tidak dapat menangani masa lalu Anda, bagaimana Anda merencanakan untuk mengelola masa sekarang dan masa depan?

3. Membicarakan pasangan pada orang lain

Apa hal pertama yang dilakukan seseorang setelah bertengkar sengit dengan pasangannya? Panggil teman atau keluarga dan curhat soal masalah mereka.
Terkadang seseorang berbicara dengan cara yang kejam tentang pasangan saat mereka marah tanpa menyadarinya. Percayalah membicarakan keburukan pasangan pada orang lain bukanlah hal baik yang dilakukan karena bisa saja teman curhat kita menyampaikan pada psangan, dan akhirnya masalah menjadi lebih besar.

4. Membandingkan pasangan Anda dengan mantan

Terkadang Anda tidak perlu mengatakannya dengan lantang-misalnya, meski tidak ada yang mengakuinya, tapi tidak sedikit orang yang membandingkan pasangan saat ini dengan mantan. Kebiasaan ini, yang tidak hanya menghambat seseorang untuk menghargai saat ini, dapat membunuh pernikahan dari waktu ke waktu.

5. Tidak menghormati ruang pribadi pasangan

Ada garis tipis yang memisahkan pasangan peduli dan obsesif. Setelah menikah, banyak orang mulai bertingkah laku seperti pengintai, terutama pria.
Mereka mencoba untuk tetap mengawasi kegiatan pasangan mereka dan beberapa bahkan memeriksa telepon dan email masing-masing. Setiap orang membutuhkan sedikit privasi dan perilaku pasangan seperti itu bisa sangat membuat frustrasi.

Sumber : Timesofindia.com

Tag : perceraian
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top