Yoes Rizal Pameran Pop-Up/meletup hingga 22 Februari

Pameran ini menampilkan 25 buah lukisan yang dibuat oleh Yoes selama 2016-2017. Semua karya yang ditampilkan merupakan karya lukisan bergaya abstrak.
Ilman A. Sudarwan | 09 Februari 2018 20:25 WIB
Poster pameran Yoes Rizal - kemdikbud.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Seniman Yoes Rizal menggelar pameran bertajuk "Pop-Up/meletup" di Galeri Nasional, Jakarta. Pameran dibuka Jumat, 9 Februari 2018, dan berakhir pada 22 Februari 2018.

Pameran menampilkan 25 buah lukisan yang dibuat Yoes selama 2016-2017. Semua karya yang ditampilkan bergaya abstrak.

Pameran dikuratori Mahfud Dzafce, seorang magister desain grafis dari Universitas Prishita, Kosovo. Dia menyebut karya-karya Yoes sebagai karya yang mampu bersuara lantang dan mendobrak pakem-pakem dalam pikiran yang umum dalam kesenian.

"Pikiran yang direpresentasikan oleh garis, warna, dan noda yang selalu bertabrakan seperti halnya refleksi getaran suara pada ruang, dan pada momen itu juga tanpa memerdulikan sekitarnya tetap berjalan dan hanya melihat ke depan," tulisnya dalam catatan kuratorial.

Yoes Rizal di depan lukisan Kabah/Bisnis-Ilman

Pada karya-karyanya ini, Yoes banyak menampilkan goresan membentuk simbol-simbol narasi yang abstrak. Karyanya merupakan abstraksi atas berbagai hal yang ditemuinya dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu karya yang paling disenanginya dalam pameran ini adalah karya berjudul Kaabah (acrilyc on linen, 140x140cm, 2017). Dalam karya tersebut dia menampilkan bentuk figuratif Ka'bah dalam kekosongan yang tercermin dari warna putih. Di pojok kiri, lukisan tersebut Yose membubuhkan simbol "Allah" yang ditulis dalam aksara arab.

Lukisan Kabah/Bisnis-Ilman

"Ide karya ini muncul begitu saja ketika saya sedang 'nyantri'. Saya seorang Muslim, mempraktikan agama Islam seperti pada orang umumnya. Saya juga sudah menunaikan ibadah haji. Kalau kata orang, saya haji tapi bertindik," ujarnya saat dijumpai pada Jumat, (9/2/2018).

Lukisan Yoes Rizal, kaya abstraksi/Bisnis-Ilman

Yoes mengaku gaya melukis abstras-ekspresionisme yang dilakukannya baru dimulai sejak 10 tahun lalu. Dia merasa jenuh dengan gaya berkarya realis yang ditekuninya selama ini. Akhirnya dia memutuskan untuk berganti haluan ke arah abstrak.

"Saya menemukan diri saya lebih bebas setelah berkarya dengan gaya abstrak," tegasnya.

Kebebasan yang dimaksudnya adalah kebebasan dalam menggoreskan kuas pada kanvas. Dia tidak lagi diributkan dengan teori atau pakem seni rupa yang ada. Karyanya bebas mengalir apa adanya secara ekspresif.

Lukisan karya Yoes Rizal: menemukan diri lebih bebas/Bisnis-Ilman

Sisi liar dan kebebasan Yoes Rizal dalam berkarya membuat banyak kalangan pencinta seni kagum. Salah satunya adalah kolektor seni EZ Halim yang hadir dalam pembukaan pameran.

"Yoes tidak lagi perlu berpikir banyak dalam berkarya dia sudah melewati tahap itu. Ada tiga tahap dalam seni yakni belajar, melakukan, dan menjadi. Nah, Yoes sudah ada di fase terakhir. Karyanya luar biasa liar," jelasnya.

Yoes Rizal adalah seniman generasi kontemporer lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia telah lama berpameran aktif di skala lokal maupun internasional.

Pada 2012, dia sudah pernah berpameran di Galeri Nasional. Waktu itu dia terlibat dalam pameran ArtEnergy. Dia juga pernah terlibat dalam Indonesia Art Award & Phillip Morris Asia pada 1999.

Tag : pameran
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top