Mainan Masa Depan Punya Kecerdasan Buatan, Bagaimana Strategi Orang Tua?

Bila sebelumnya mainan anak memiliki keterbatasan kemampuan untuk berinteraksi dengan anak, nantinya hal itu tak akan lagi menjadi kekurangan.
Duwi Setiya Ariyanti | 12 Februari 2018 15:48 WIB
Boneka Barbie - Mattel

Bisnis.com, JAKARTA — CEO Family Online Safety Institute (FOSI) Stephen Balkam memprediksi bahwa nantinya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan terus berkembang pemanfaatannya begitu pula machine learning. Dia menyebutkan hal kunci antisipasi dampak buruk kedua teknologi itu.

Menurutnya, teknologi AI dan machine learning akan merambah mainan anak. Dia menuturkan bila sebelumnya mainan anak memiliki keterbatasan kemampuan untuk berinteraksi dengan anak, nantinya hal itu tak akan lagi menjadi kekurangan.

Pasalnya, Balkam menyebut, bukan tidak mungkin kalau boneka Barbie bisa merespons kata-kata anak yang memainkannya. Kemudian, mainan boneka dinosaurus yang dikembangkan IBM Watson menggunakan teknologi AI.

Boneka ini, katanya, bisa menjawab pertanyaan seperti jarak bumi dengan bulan secara tepat. Bukan tidak mungkin, katanya, bisa saja boneka dino menjawab sederet pertanyaan dalam pekerjaan rumah (PR) anak.

Dia menyebut orangtua tak akan bisa menghalangi berkembangnya teknologi semacam ini. Cara meminimalisir dampak buruknya, ujar Balkam, sama saja seperti ketika teknologi-teknologi seperti radio, televisi hingga komputer datang pertama kalinya. Pastinya, dia menyebut seluruh teknologi baru yang telah ada membawa keuntungan dan kerugian tersendiri.

“Dengan seluruh teknologi baru ada yang keuntungan dan ada kerugian,” ujarnya dalam acara diskusi Memberdayakan Orangtua untuk Memandu Anak-Anak yang Terkoneksi di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Kunci untuk mengantisipasi dampak negatif teknologi, dia menyebut, bisa diselesaikan dengan komunikasi antara orangtua dan anak. Orang tua bisa menetapkan sejumlah aturan dan batasan berdasarkan hasil kesepakatan dengan anak. Orang tua, tuturnya, mungkin tak bisa mengerti semua teknologi baru yang tersedia dan diakses anak. Namun, dengan komunikasi yang baik dan peraturan yang ditetapkan bisa membantu anak untuk memahami nilai-nilai orang tua.

“Saya pikir orang tua bisa berbicara dengan anak, menetapkan batasan dan aturan,” katanya.

Tag : parenting
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top