Pameran Karya Seni Perempuan (di) Borobudur Mulai Dibuka untuk Publik

Perupa Dyan Anggraini dan sastrawan Landung Simatupang berkolaborasi memamerkan 37 karya seni yang bertajuk Perempuan (di) Borobudur. Pameran yang digelar di Galeri Nasional, Jakarta mulai Rabu (21/2/2018) hingga 5 Maret 2018 ini memadukan seni rupa dan sastra untuk merespons sisi lain dari candi Borobudur.
Ilman A. Sudarwan | 20 Februari 2018 19:57 WIB
Borobudur - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Perupa Dyan Anggraini dan sastrawan Landung Simatupang berkolaborasi memamerkan 37 karya seni yang bertajuk Perempuan (di) Borobudur. Pameran yang digelar di Galeri Nasional, Jakarta mulai Rabu (21/2/2018) hingga 5 Maret 2018 ini memadukan seni rupa dan sastra untuk merespons sisi lain candi Borobudur.

Inspirasi pameran ini adalah sosok perempuan yang banyak menghias relief candi.  Oleh Dyan diserap dan kemudian diubah ke dalam bentuk karya lukisan dan instalasi.

Landung menjelaskan bahwa pameran ini digagas oleh Dyan, dan awalnya berniat untuk melibatkan lebih banyak ahli di bidang kesenian. Sayangnya, tak ada pihak yang tertarik.

“Kami menyerah dan memutuskan untuk memulai dengan apa yang kami punya saja. Pameran ini adalah ajakan kepada siapapun untuk merespons pesan dari Borobudur oleh para pelaku seni di manapun. Pameran ini adalah awalan, baru mengetuk ‘pintu’ saja,” tuturnya.

Kurator Suwarno Wisetrotomo mengatakan, pameran ini mengandung sejumlah pesan berupa gugatan senyap tentang dunia perempuan masa kini dan masa lampau. Kolaborasi antara perupa dan sastrawan membuat karya menjadi kuat baik dari konsep dan pesan.

“Pameran ini akan menunjukkan ketika kata-kata merespons rupa, dan menunjukkan banyak hal dalam kolaborasi penciptaan karya tentang perempuan dan Borobudur,” jelasnya.

Dian Aggraini adalah perupa yang mulai berkarier sejak 1970-an. Perempuan lulusan Sekolah Tinggi Seni Rupa ASRI Yogyakarta ini menjadi salah satu dari sedikit perempuan perupa di Indonesia. Sejak 1977, Dyan terlibat dalam lebih dari 141 pameran bersama di berbagai kota di Indonesia, dan mancanegara.

Pameran tunggal pertamanya berlangsung pada 1989 yang kemudian berlanjut pada 2003, 2004, 2005, 2007, dan 2013. Selain berkarier sebagai perupa, Dyan pernah berkarir sebagai birokrat pemerintahan pada 2004-2011, yakni menjabat sebagai Kepala Taman Budaya Yogyakarta.

Sementara itu, sosok Landung Simatupang adalah penyair, penerjemah, aktor, sutradara teater, dan pemain film. Dia adalah lulusan Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Selama ini dia dikenal sebagai sastrawan yang produktif dalam menghasilkan puisi, dan juga menerjemahkan banyak buku.

Tag : seni rupa, pameran lukisan
Editor : Diena Lestari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top