Duo Arsitek Ren Katili dan Riri Yakub Edukasi Masyarakat Melalui Architect's Life

Kehadiran media sosial tak bisa dipungkiri telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Terlepas dari konten negatifnya, media sosial seperti Youtube dan Instagram menyediakan peluang bagi para pelaku industri kreatif untuk lebih dikenali masyarakat.
Ilman A. Sudarwan | 20 Maret 2018 02:44 WIB
Ilustrasi YouTube. - Bloomberg/Chris Ratcliffe

Bisnis.com, JAKARTA – Kehadiran media sosial tak bisa dipungkiri telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Terlepas dari konten negatifnya, media sosial seperti Youtube dan Instagram menyediakan peluang bagi para pelaku industri kreatif untuk lebih dikenali masyarakat.

Hal inilah yang dimanfaatkan oleh duo arsitek Ren Katili dan Riri Yakub dengan membuat serial tentang keseharian kerja arsitek. Serial tersebut ditayangkan melalui kanal Youtube mereka dengan nama akun Architect’s Life.

“Kenapa kami memilih media sosial? Karena pada dasarnya yang kami ingin sampaikan adalah edukasi, sehingga orang tidak merasa seperti diajari orang lain. Saya ingni bilang bahwa hal ini dampaknya akan sangat baik. Masyarakat akan tahu peran, fungsi, dan cara kerjar arsitek itu seperti apa,” jelas Ren Katili.

Proyek Architect’s Life dalam format video sudah dijalankan sejak tahun lalu. Memasuki 2018, mereka kembali berinovasi dengan mengemas program tersebut menjadi Talk Series. Ren dan Riri Akan mengadakan tur ke 10 kota di Indonesia untuk menggelar talk series tersebut.

Riri menjelaskan, dalam program tersebut keduanya akan berdialog bersama satu narasumber tamu. Narasumber yang dihadirkan bukan dari kalangan arsitek, melainkan dari kalangan profesi lain yang sama-sama bersinggungan dengan dunia kreatif dan desain.

“Dengan narasumber seperti itu, memungkinkan hadirnya sebuah kolaborasi baru yang tidak terduga sebelumnya. Akan ada hal-hal menarik lainnya,” jelasnya.

Beberapa kota yang akan disambangi keduanya di antaranya adalah,  Malang, Surabaya, Yogyakarta, dan Palembang. Programini akan berlangsung sejak Maret hingga Oktober 2018.

Tur ini ditujukan dapat menampilkan pula realitas dan tantangan yang dihadapi oleh para arsitek di daerah. Riri mengatakan bahwa arsitek di daerah justru menemui tantangan yang lebih sulit untuk bertahan.

“Sulit untuk mereka bertahan dan fokus pada karya mereka selagi tidak terpengaruh oleh tuntutan pasar di daerah yang tentunya berbeda dengan di Ibu Kota. Selain itu, banyak orang yang tidak membayar desainnya karena tidak mengetahui peranan arsitek di dalamnya sebagai profesi,” katanya.

Setelah beberapa kali ke daerah dia melihat masyarakat belum sepenuhnya mengerti tentang fungsi dan cara kerja arsitek. Banyak orang yang belum mengerti mengapa mereka butuh jasa arsitek untuk membuat rumah mereka. Baik Ren dan Riri, keduanya berharap program ini bisa menjadi sarana edukasi yang tepat.

Di sisi lain, dia juga mengakui menemui hambatan tersendiri saat menjalankan program ini. Salah satunya adalah tanggapan dari rekan-rekan arsitek lainnya yang menganggap apa yang mereka lakukan tak ubahnya promosi dan mencari pasar baru bagi mereka.

“Banyak yang mengatakan bahwa kami sangat mempromosikan diri kami sebagai arsitek. Namun, alhamdulillah, tak sedikit juga rekan-rekan arsitek lain yang mengapresiasi langkah kami ini,” jelasnya.

Tag : arsitektur
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top