Anlene Kembali Kampanyekan Ayo Indonesia Bergerak

ANLENE, brand unggulan Fonterra Brands Indonesia, mengajak masyarakat Indonesia untuk bergerak lebih aktif dalam melawan gaya hidup sedentari dengan kampanye Ayo Indonesia Bergerak. Kampanye ini menginsipirasi masyarakat agar lebih aktif dengan perjalanan estafet bersama komunitas lokal dari Yogyakarta menuju Jakarta.
Mia Chitra Dinisari | 12 April 2018 12:55 WIB
Radang sendi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - ANLENE, brand unggulan Fonterra Brands Indonesia, mengajak masyarakat Indonesia untuk bergerak lebih aktif dalam melawan gaya hidup sedentari dengan kampanye ‘Ayo Indonesia Bergerak’. Kampanye ini menginsipirasi masyarakat agar lebih aktif dengan perjalanan estafet bersama komunitas lokal dari Yogyakarta menuju Jakarta.

Kampanye ‘Ayo Indonesia Bergerak’ meliputi estafet dari Yogyakarta ke Jakarta untuk menginspirasi masyarakat Indonesia bergerak lebih aktif untuk melawan gaya hidup sedentari. Sebanyak 250 pelari dan pesepeda dilepas untuk melakukan perjalanan sejauh 600 KM ke Jakarta melewati sejumlah kota seperti Kebumen, Purwokerto, Ciamis, Bandung, dan Bogor pada peluncuran di Yogyakarta 8 April 2018 lalu. Masyarakat dapat memantau pergerakan di kota-kota rersebut melalui akun resmi media sosial ANLENE yaitu Facebook (Anlene Indonesia) dan Instagram (@anlene_indonesia).

Dalam perjalanan dari Yogyakarta dan berakhir dengan puncak acara di Jakarta pada 22 April 2018 mendatang, ‘Ayo Indonesia Bergerak’ juga menghadirkan kegiatan-kegiatan menarik seperti: MoveMax Arena, Cooking Class, dan Fun walk. ANLENE juga menggandeng figur publik yang dikenal sangat aktif yaitu Indy Barends dan Prisia Nasution, serta penggiat olahraga Muhammad Fadli yang dapat menginspirasi masyarakat untuk melawan gaya hidup sedentari.

Rohini Behl, Technical Marketing Advisor, Fonterra Brands Indonesia, mengatakan, seiring dengan gaya hidup modern yang dijalankan oleh masyarakat Indonesia, tidak bisa dipungkiri bahwa gaya hidup sedentari pun merupakan suatu hal yang juga banyak dilakukan, sehingga menjadi penghalang bagi kita dalam melakukan yang terbaik dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Dengan fakta satu dari empat penduduk Indonesia menjalani gaya hidup sedentari, sekarang adalah saat yang tepat untuk mengajak semua masyarakat Indonesia melawan fenomena ini.

"Kami percaya bahwa bangsa yang kuat bermula dari masyarakat yang kuat dan kami mengajak masyarakat Indonesia untuk bergerak lebih aktif demi Indonesia yang lebih sehat dan kuat.” ujarnya.

Rohini Behl menambahkan, tahun ini ANLENE dengan Kampanye ‘Ayo Indonesia Bergerak’ turut mendukung program pemerintah, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan mendorong masyarakat untuk bergerak lebih aktif. Dengan bergerak aktif serta menjaga kesehatan, kekuatan dan fleksibilitas tulang, sendi, dan otot, kita telah melakukan langkah penting untuk melawan gaya hidup sedentari. Ayo Indonesia bergerak bersama ANLENE, karena kita bisa melakukan lebih untuk melawan gaya hidup sedentari.

Untuk melawan gaya hidup sedentari, disarankan untuk melakukan latihan fisik minimal 30 menit sehari setidaknya tiga kali dalam seminggu atau total 2,5 jam per minggu. Latihan fisik dapat dilakukan dimanapun dalam keseharian kita, termasuk di rumah.

Dr. Ade Jeanne L. Tobing, SpKO, dokter spesialis kedokteran olahraga dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, menjelaskan, tulang, sendi, dan otot bekerja sama untuk mendukung setiap gerakan yang kita lakukan setiap hari. Tulang adalah jaringan hidup yang mengalami perusakan dan pembentukan (remodeling), latihan fisik dengan pembebanan (weight bearing exercise) menyebabkan jaringan tulang baru terbentuk sehingga membuat tulang lebih kuat dan padat. Aktivitas fisik semacam ini juga membuat sendi lebih fleksibel dan otot lebih kuat. Tulang, sendi, dan otot menjadi lebih kuat ketika otot mendorong dan menarik tulang selama latihan fisik.

“Latihan fisik idealnya dapat mewakili tiga kategori berikut: Cardiorespiratory fitness, Stretching, dan Strengthening. Semuanya dapat diaplikasikan di dalam rumah, contohnya Anda dapat melakukan latihan di kursi ruang makan atau jogging memutari halaman untuk cardiorespiratory fitness. Anda dapat stretching menggunakan sapu dan bahkan melakukan gerakan strengthening dengan handuk setelah mandi. Latihan fisik ini dapat dilengkapi dengan olahraga teratur seperti aerobik, yoga, atau pilates yang akan membantu kesehatan tulang, sendi, dan otot,” tambah Dr. Ade Jeanne L. Tobing, SpKO.

Ines Yumahana Gulardi, Senior Nutrition Manager, Fonterra Brands Indonesia, menjelaskan, ANLENE menganjurkan masyarakat Indonesia untuk bergerak aktif untuk melawan gaya hidup tidak aktif atau sedentari. Sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tulang, sendi dan otot agar tetap kuat dan sehat. Ketiganya merupakan bagian dari sistem musculoskeletal, yang mendukung kemampuan kita untuk dapat memiliki postur yang baik, keseimbangan dan untuk bergerak aktif.”

“Kunci untuk gaya hidup yang lebih sehat adalah dengan mempraktikkan olahraga rutin dan memilih pola makan yang sehat dan seimbang. Sebagai bagian dari pola makan yang sehat seimbang, ANLENE dengan formulasi MoveMax mengandung zat gizi yang membantu menjaga kekuatan dan kesehatan tulang, sendi dan otot, sehingga kita dapat bergerak aktif dan melawan gaya hidup sedentari.” tambahnya.

Gaya hidup sedentari telah menjadi isu penting di Indonesia maupun seluruh dunia, dan telah terbukti menjadi faktor penyebab meningkatnya penyakit tidak menular sehingga mencegah masyarakat Indonesia memiliki kehidupan yang lebih baik.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 24,1% penduduk Indonesia menjalani perilaku sedentari lebih dari 6 jam perhari. Dengan seperempat masyarakat Indonesia menjalani gaya hidup sedentari, risiko terjadinya penyakit tidak menular pun meningkat. Saat ini penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan dunia termasuk diantaranya adalah penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung, dan diabetes mellitus.;

Secara global, kurangnya aktivitas fisik diestimasikan menimbulkan biaya pelayanan kesehatan dalam setahun hingga sebesar INT $54 milyar, dimana 57% ditanggung oleh sektor publik dan tambahan $14 miliar menyebabkan hilangnya produktivitas.

Tag : tulang
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top