Memadukan Konsep Pernikahan Tradisional Nan Modern

Konsep pernikahan tradisonal masih memiliki daya tarik tersendiri. Nilai tambah dari pernikahan konsep tradisional adalah faktor tradisi, keluarga, dan identitas
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 27 Juni 2018  |  20:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Konsep pernikahan tradisonal masih memiliki daya tarik tersendiri. Nilai tambah dari pernikahan konsep tradisional adalah faktor tradisi, keluarga, dan identitas.

Seiring berkembangnya waktu, meskipun konsep yang diusung adalah konsep tradisional namun tetap mengikuti tren dan perkembangan pasar. Dengan mengusung tema “ Kama Asmara” yang digelar di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan bakal memberikan inspirasi kepada calon pengantin untuk mempersiapkan pernikahan dengan konsep tradisional.

Pameran yang berlangsung dari tanggal 29 Juni hingga 1 Juli 2018 ini akan diikuti 50 vendor. Cluster Director of Wedding for Ritz-Carlton Jakarta Mega Kuningan dan JW Marriot Jakarta, Dini Tirtasari mengungkapkan pameran ini bertujuan menangkap momen meningkatnya minat masyarakat akan pernikahan bertema tradisional. Salah satu contoh adalah proporsi pernikahan berkonsep tradisional pada 2017 di tempatnya mencapai 40%.

"Peminat pernikahan tradisional jauh meningkat dibanding beberapa tahun belakangan, dan tidak tertutup kemungkinan akan bisa meningkat di tahun ini dan depan," kata Dini di Jakarta, dikutip Rabu (27/6/2018).

Guna memeriahkan event tersebut, tiga perancang busana kebaya tradisional seperti Aluira Kebaya, Rumah Kebaya dan Fitri Alamsjah siap untuk memamerkan busana. Melalui event tersebut, Aluira Kebaya akan menampilkan konsep Simple Glamour yang menampilkan sentuhan klasik dan simpel dengan potongan pas badan dari kain tile yang dibordir dengan brokat. Selain itu konsep simple minimalist, kebaya yang dibuat dengan lebih sederhana.

Sementara dari Rumah Kebaya, desainer Eva Pudjojoko akan menampilkan konsep Kebaya Kutubaru Hijau Emerald. Kebaya tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesejukan dengan tetap mempertahankan keanggunan. Kebaya tersebut ditampilkan dengan gaya kutubaru.

Selanjutnya, Fitri Alamsjah akan menampikan konsep Cultural Diversity yang menonjolkan desain kebaya yang klasik nan elegan sehingga penggunaan detail tidak terlihat berlebihan. Kebaya yang ditampilkan nantinya lebih terlihat modern meskipun mengusung konsep tradisional.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pernikahan

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top