Dokter Anak Canangkan Kampanye Imunisasi "Measles Rubella"

Ratusan dokter anak mencanangkan kampanye pentingnya imunisasi "Measles Rubella" untuk mengatasi penyakit campak, rubella, dan "sindrom rubela kongenital".
Newswire | 23 Juli 2018 16:15 WIB
Vaksin campak - Antara

Bisnis.com, MEDAN - Ratusan dokter anak mencanangkan kampanye pentingnya imunisasi "Measles Rubella" untuk mengatasi penyakit campak, rubella, dan "sindrom rubela kongenital".

Pencanangan kampanye tersebut dilakukan dalam seminar dan pelatihan dengan tema Berbakti untuk anak Indonesia Gesit, Empati, Unggul, dan Sehat (Genius) di Medan, Senin (23/7/2018).

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Aman Bakti Pulungan, SPA (K) mengatakan kampanye imunisasi Measles Rubella tersebut merupakan fese kedua setelah sukses dilakukan di Pulau Jawa.

Kegiatan itu dilakukan untuk mewujdukan kondisi pertumbuhan anak yang sehat agar bangsa Indonesia mendapatkan generasi penerus yang sehat dan kuat.

Program tersebut merupakan bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) yang bertujuan untuk mewujudkan rakyat Indonesia yang sehat.

Ketua Satgas Imunisasi PP IDAI Prof dr Cissy M Kartasasmita mengatakan, imunisasi merupakan salah satu upaya promosi kesehatan yang paling efektif di dunia.

Sejak pertama kali dikenalkan, imuniasi telah mampu menurunkan angka kecacatan dan kematian akibat penyakir menular, bahkan mengeliminir beberapa potensi penyakir.

Untuk mencapai tagret SDG pada 2030, salah upaya di bidang kesehatan adalah menggelar imunisasi campak yang penting diberikan bagi anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.

Imunisasi jenis Measles Rubella tersebut dapat mencegah campak dan penyakit dengan komplikasi berat seperti campak, radang paru-paru, radang otak, dan diare yang bisa menyebabkan kematian.

Imunisasi tersebut juga bermanfaat bagi ibu hamil muda hingga usia kehamilan empat bulan untuk mencegah kecacatan pada bayi yang dikenal dengan "sindrom rubela kongenital".

Sindrom rubela kongenital tersebut juga dapat menyebabkan munculnya kelainan pada mata berupa katarak, gangguan pendenagar, penyakit jantung bawaan, dan "mikrosefali" atau pengecilan kepala yang dapat mengganggu perkembangan bayi.

Menurut dia, program imunisasi campak dan rubela fase kedua tersebut digelar di 28 provinsi dengan target dapat memberikan imunisasi kepada 31.963.000 anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.

Keberhasilan program tersebut sangat penting dalam pembangunan kesehatan anak Indonesia, sehingga membutuhkan komitmen seluruh pihak, terutama yang menjadi pemangku kepentingan kesehatan di Indonesia.

Tag : vaksinasi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top