Ini Tips Kesehatan Ibu Pasca Bersalin

Perawatan kesehatan ibu pasca melahirkan atau saat sedang nifas perlu diperhatikan karena hal tersebut akan berefek terhadap kesehatan tubuh sang ibu.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 24 Juli 2018 12:53 WIB
menyusui - bbc.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA--Perawatan kesehatan ibu pasca melahirkan atau saat sedang nifas perlu diperhatikan karena hal tersebut akan berefek terhadap kesehatan tubuh sang ibu.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Direktur Kesehatan Keluarga, dr Eni Gustina memberitahu 9 hal yang harus diperhatikan bagi ibu pasca bersalin atau saat sedang dalam masa menyusui sesuai dengan panduan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang diterbitkan oleh Kemenkes.

"Pertama, pastikan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur dan buah-buahan,"ungkap Eni pada acara Temu Media dalam rangka memperingati hari anak nasional (HAN) 2018, di ruang Barata 109, Gedung Adyatma Lantai 1, Kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa (24/7).

Kedua, Eni mengatakan bahwa kebutuhan air minum ibu menyusui pada 6 bulan pertama ada 14 gelas sehari dan pada 6 bulan kedua adalah 12 gelas sehari tidak boleh kurang dari anjuran tersebut.

Ketiga, setelah melahirkan sang ibu pasti akan mengalami nifas, yaitu darah yang keluar dari rahim yang disebabkan melahirkan atau setelah melahirkan. Darah nifas keluar selama 40 hari setelah melahirkan.

"Oleh karena itu, ibu wajib menjaga kebersihan diri terutama di daerah kemaluan, ganti pembalut sesering mungkin, jangan tunggu sampai penuh baru diganti," tuturnya.

Keempat, ibu menyusui juga harus memiliki waktu istirahat yang cukup. Saat bayi sedang tidur, ibu menyusui disarankan untuk ikut beristirahat.

"Kelima, bagi ibu yang melahirkan dengan cara operasi Caesar, maka harus menjaga kebersihan luka bekas operasi," lanjutnya.

Keenam, ibu perlu memerhatikan cara menyusui dan merawat bayinya dengan benar di mana si bayi disarankan untuk hanya mengonsumsi air susu ibu (ASI) selama 6 bulan. Ketujuh jangan membiarkan bayi menangis terlalu lama.

"Karena itu akan membuat si bayi menjadi stress," kata Eni.

Kedelapan, lakukan stimulasi dengan bayi sedini mungkin bersama dengan suami dan keluarga.

Terakhir, jangan lupa lakukan konsultasi dengan petugas kesehatan, bidan atau dokter terpercaya jika ingin melakukan program keluarga berencana (KB) setelah melahirkan.

Eni juga menjelaskan hal-hal yang harus dihindari oleh ibu bersalin selama nifas yaitu:

1. Membuang asi yang pertama keluar (kolostrum) karena itu sangat berguna bagi kekebalan tubuh anak.

2. Jangan membersihkan payudara dengan alkohol, povidon, iodine, obat merah atau sabun karena dikhawatirkan kandungannya bisa terminum oleh si bayi.

3. Jangan mengikat perut terlalu kencang

4. Menempelkan daun-daunan kepada kemaluan (daun sirih dan sebagainya) karena akan menimbulkan infeksi.

Tag : kemenkes, ibu menyusui
Editor : Rustam Agus
Top