Program Pascasarjana IKJ Kembali Selenggarakan PostFest

Program Pasca Sarjana Institut Kesenian Jakarta kembali menyelenggarakan Festival PostFest di Jakarta.
Aprianus Doni Tolok | 24 Juli 2018 20:24 WIB
Taman Ismail Marzuki - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA - Program Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta kembali menyelenggarakan Festival PostFest di Jakarta. Festival yang pertama kali diselenggarakan pada tahun lalu ini akan menyajikan sejumlah karya dari berbagai bidang seni.

Menurut Direktur Festival PostFest Sardono W. Kusumo, di lini seni rupa, festival tahun ini akan berfokus pada Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) yang kemudian berubah menjasi Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) dan terakhir berubah menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Dia dan beberapa seniman senior ingin mengangkat sistem pendidikan SSRI dan SMSR yang banyak menghasilkan seniman besar.

"Ada cukup banyak nama seniman papan atas Indonesia yang merupakan lulusan SSRI dan SMSR seperti Nasirun, Butet Kertaredjasa, Jumaldi Alfi, dan Masriadi," ujarnya.

Dalam festival ini terdapat pula pameran Art Brut yakni karya dari perupa dengan kelainan otak seperti asperger, bipolar, dan skizofrenia.

Selain itu, untuk program pertunjukkan, beberapa program yang menjadi highlight PostFest 2018 adalah Ensemble Pohon Hayat yakni pertunjukkan musikal kolaborasi antara Dance Circle dari Fakultas Seni Pertunjukkan Institut Kesenian Jakarta (FSP-IKJ) dan seniman Cristian Meija asal Costa Rica. 

Menurut Sardono, PostFest tahun ini lebih kompleks bila dibandingkan dengan tahun lalu. Dia berharap festival ini menjadi wadah kreativitas yang mengakomodasi seniman dengan berbagai latar bidang seni.

Festival yang diadakan selama dua minggu sejak dibuka pada 21 Juli lalu ini akan menyelenggarakan pameran dan pertunjukkan di beberapa lokasi yang berbeda tetapi masih dalam satu kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Tag : pameran seni
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top