Art Jakarta 2018: Dari Abstrak hingga Populer

Art Jakarta 2018 sudah dibuka. Karya seni mulai dari yang abstrak hingga populer hadir selama tiga hari di Ritz Carlton Pacific Place.
Mia Chitra Dinisari | 03 Agustus 2018 16:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Art Jakarta 2018 sudah dibuka. Karya seni mulai dari yang abstrak hingga populer hadir selama tiga hari di Ritz Carlton Pacific Place.

Paramita Soedarjo, Ketua Komite Seni Jakarta 2018, mengatakan dalam Art Jakarta yang memeringati 10 tahun Art Jakarta ini menampilkan dimensi baru dalam seni, dengan kolaborasi seniman lokal dan internasional dan berbagai program.

Beberapa program yang ditampilkan adalah Mall Art oleh Faisal Habibi, sebuah pameran publik yang bermitra dengan Pacific Place Mall; Kelas

Seni Kreatif oleh Ganara Art Space, sebuah lokakarya yang memberi pengunjung wawasan ke dunia seni, menawarkan lokakarya yang berbeda bagi anak-anak dan orang dewasa; Seni Kreatif Berbicara dengan topik seperti ‘Seni Korea Sekarang’, ‘Cara mengumpulkan

Fotografi Seni’, ‘Seni dalam Komposisi Musik’, ‘Seni dalam Video Musik’, dan ‘Cara menjadi seorang kolektor (oleh BEKRAF).

Selain itu, ada juga ’10 for 10 ’pameran mirip museum konseptual yang menampilkan 10 instalasi seni yang dibuat oleh seniman terkenal; Art Unlimited, segmen presentasi khusus untuk seniman muda yang diprakarsai oleh BEKRAF; pertunjukan khusus seperti Pertunjukan Boneka Balon Terbang dan Pasar Purnama oleh Sasikirana, Gold / Glory oleh Thinking Room; instalasi khusus Temukan Cahaya Anda oleh Meliantha Muliawan untuk Lancome Genifique; dan Japan Art Now menampilkan 10 artis Jepang yang sedang tren.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati fitur Art Gram yang mencakup karya seni oleh seniman Instagram ternama; Biennale Yogya, Museum & Mitra Pendidikan (MACAN, Ciputra Artpreneur Museum, SCAD, NAFA, dan Erudio School of Art), instalasi galeri di area umum pameran yang disajikan oleh Gajah Gallery, Proyek ROH, Galeri Mizuma, Galeri RUCI, dan anggota AGSI (Asosiasi Galeri Indonesia).
Selanjutnya, metamorfosis, presentasi karya terpilih oleh Aye Tjoe Christine; Arti Carpet Charity Auction (Lelang amal Art Carpet) untuk kepentingan Yayasan Museum Museum Jakarta (Yayasan Mitra Museum Jakarta), dan Yayasan Jantung Indonesia (Yayasan Jantung Indonesia), serta lelang lemari es Modena untuk DoctorSHARE.

Pengunjung juga dapat tertarik dengan karya-karya Fernando Botero, yang disajikan dalam pertunjukan tunggal oleh Galeria El Museo / Fernanda Pradilla dari Spanyol / Kolombia.

Ria Lirungan, Wakil Ketua Panitia Kesenian Jakarta 2018, mengatakan, baik seniman maupun pengunjung menunjukkan antusiasme yang kuat dan dukungan setiap tahun, dan dengan lebih banyak lagi karya seni yang dipamerkan di Art Jakarta 2018 semua pengunjung, pendatang baru dan kolektor berpengalaman, pasti akan menikmati adil.

"Dalam 10 tahun, Seni Jakarta juga berubah menjadi platform pendidikan untuk pengembangan komunitas seni lebih lanjut dan jendela kesempatan bagi seniman muda berbakat. Kami juga memamerkan berbagai karya seni, tidak hanya untuk orang dewasa tetapi juga bagi kaum muda untuk membantu mereka memahami dan memelihara gairah seni pada usia dini. ” ujarnya.

Salah satu seniman yang ikut dalam pameran itu yakni desainer kenamaan Rinaldy Yunardi.

Karya yang ditampilkannya dibuat seperti layaknya sebuah museum mini. Beberapa koleksi yang tampil di Art Jakarta seperti headpiece dan juga shoulder piece.
Ada juga kebaya yang dibuat dari logam ukir berwarna gold, dan head piece sekaligus shoulder piece yang terbuat dari bulu.

Tag : seni
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top