Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hasil Penelitian: Jam Kerja Berlebih Picu Diabetes pada Wanita

Bekerja secara berlebihan ternyata memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Bukan hanya dapat menimbulkan stres, bekerja hingga lebih dari 45 jam setiap minggunya ternyata dapat memicu penyakit diabetes, terutama bagi para wanita.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 04 Agustus 2018  |  09:59 WIB
Hasil Penelitian: Jam Kerja Berlebih Picu Diabetes pada Wanita
Ilustrasi Diabetes Melitus - Istimewa
Bagikan

Bekerja secara berlebihan ternyata memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Bukan hanya dapat menimbulkan stres, bekerja hingga lebih dari 45 jam setiap minggunya ternyata dapat memicu penyakit diabetes, terutama bagi para wanita.

Demikian hasil studi terbaru dari Institute for Work & Health di Toronto, Kanada yang dipublikasikan di BMJ Diabetes Research & Care. Penelitian tersebut menganalisa sekitar 7.000 pekerja berusia 35 tahun atau lebih di Kanada selama lebih dari 12 tahun.

Pada awal-awal penelitian atau sekitar 2 tahun pertama, tidak ada satupun dari pekerja yang menderita diabetes. Penyakit diabetes baru mulai menyerang setelah mendekati masa-masa akhir bekerja. Artinya, penyakit tersebut memiliki efek jangka panjang.

Dari hasil penelitian, wanita yang bekerja lebih dari 45 jam seminggu memiliki risiko 63% lebih tinggi terkena diabetes dibandingkan wanita yang bekerja sekitar 35 hingga 40 jam setiap minggunya.

Hasil tersebut didapatkan berdasarkan total jam kerja yang dibayar dan yang tidak dibayar. Termasuk faktor-faktor potensial lain yang dapat mempengaruhi risiko diabetes seperti gaya hidup dan berbagai penyakit kronis.

Mahee Gilbert-Ouimet, seorang peneliti di Institute for Work & Health of Toronto mengatakan wanita memang cenderung bekerja lebih lama jika semua pekerjaan rumah dan tanggung jawab keluarga juga diperhitungkan.

“Bekerja lebih banyak jam di tempat kerja dan di rumah mungkin membuat wanita lebih rentan terhadap stres kronis, peradangan dan perubahan hormonal yang berpotensi berkontribusi terhadap diabetes,” ujarnya dikutip dari Reuters.

Sebaliknya, pria yang bekerja lebih lama justru memiliki risiko yang lebih rendah terkena diabetes dibandingkan yang bekerja lebih sedikit. Sebab, ketika pria memiliki jam kerja yang lebih panjang, biasanya mereka akan cenderung lebih aktif bergerak secara fisik.

Dalam penelitian, sekitar sepertiga pria yang bekerja berjam-jam akan menghabiskan waktu dengan melakukan kombinasi duduk, berdiri, dan berjalan dibandingkan 8% dari wanita yang bekerja lebih lama.

“Tingkat aktivitas fisik pria yang lebih tinggi dapat menjelaskan kenapa pria yang bekerja lebih lama memiliki risiko lebih rendah terserang diabetes.”

Gilbert-Ouimet dan timnya tidak menemukan perincian risiko yang serupa dengan tingkat keterampilan. Namun, dia mencatat, ada beberapa kasus diabetes diderita oleh wanita yang memiliki pekerjaan terampil yang lebih rendah, dan karena itu studi tersebut mungkin tidak memiliki kekuatan statistik untuk dijadikan sebagai tren yang valid.

Memang, bekerja lebih lama akan menyebabkan tingkat stres menjadi tinggi karena dapat menimbulkan hormon kortisol. Perubahan kortisol ini akan mempengaruhi kadar insulin tubuh dan kemampuannya memecah gula.

Stres yang lebih tinggi juga dapat mengganggu tidur dan menyebabkan kesehatan mental semakin memburuk. Hal ini dapat berkontribusi pada perubahan berat badan dan tingkat insulin yang merupakan sumber penyakit diabetes.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, diabetes diperkirakan akan menjadi penyebab kematian ketujuh pada 2030. Pada 2014, hampir satu dari 10 orang dewasa di seluruh dunia menderita diabetes.

Harta Calon Anggota DPD Asal Papua Ini Kalahkan Kekayaan Hary Tanoe & Sukanto Tanoto

AKTIF BEROLAHRAGA

Sebagian besar dari pasien memiliki diabetes tipe 2, yang dikaitkan dengan obesitas dan penuaan yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan atau menghasilkan cukup banyak hormon insulin untuk mengubah gula darah menjadi energi.

“Jika tidak diobati, maka diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf, amputasi, kebutaan, hingga penyakit jantung dan stroke,” tuturnya.

Oleh karena itulah, dokter merekomendasikan agar para penderita diabetes aktif berolahraga, menurunkan berat badan, dan melakukan diet sehat sehingga dapat mengontrol tekanan darah, yang akhirnya dapat meminimalkan komplikasi penyakit lainnya.

Pengurangan stres yang disebabkan pekerjaan atau bukan, juga sangat diperlukan. Sebab, stres akan semakin memperburuk diabetes dan berkontribusi langsung terhadap lonjakan gula darah. Kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat juga harus diminimalisir karena dapat menyebabkan komplikasi.

Sementara itu, seorang peneliti di University of California, San Francisco Rita Hamad yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan orang yang memiliki jam kerja lebih panjang, akan memiliki sedikit waktu untuk memperhatikan kesehatannya, apalagi untuk melakukan olahraga.

“Mereka mungkin juga lebih stres dan kurang tidur, semua hal ini mungkin membuat seseorang bisa saja terkena diabetes,” ujar Hamad.

Fact or Fake: Pertalite Membuat Mesin lebih Cepat Rusak Ketimbang Premium?

Daniel Lackland, peneliti dari Universitas Kedokteran Carolina Selatan di Charleston mengatakan bahwa penelitian lanjutan diperlukan untuk menentukan mengapa jam kerja yang panjang atau stres dapat menyebabkan diabetes.

Menurutnya, para pekerja masih dapat melakukan berbagai hal untuk meminimalisir risiko terserang penyakit diabetes. “Istirahat, berolahraga, atau melakukan banyak kegiatan di luar pekerjaan. Atau memperhatikan gaya hidup dengan memakan makanan yang baik atau mengurangi rokok, mungkin dapat membantu mengurangi potensi diabetes,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes
Editor : M. Taufikul Basari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top