KKHI Makkah Siapkan Fasilitas Lengkap untuk Jemaah Haji Indonesia

Klinik Kesehatan Haji Indonesia Makkah siap melayani jemaah haji Indonesia."Kita mempunyai fasilitas yang lengkap dan punya dokter spesialis yang siap dikonsultasi kapan saja," tutur Direktur KKHI Makkah dr. Nirwan Satria, Sp.An dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis dari Kementerian Kesehatan RI, Senin (6/8).
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 06 Agustus 2018 20:30 WIB
Jemaah haji di Mina - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Klinik Kesehatan Haji Indonesia Makkah siap melayani jemaah haji Indonesia.

"Kita mempunyai fasilitas yang lengkap dan punya dokter spesialis yang siap dikonsultasi kapan saja," tutur Direktur KKHI Makkah dr. Nirwan Satria, Sp.An dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis dari Kementerian Kesehatan RI, Senin (6/8).

Nirwan menyebutkan, KKHI Makkah memiliki 111 tenaga medis dan 117 Tenaga Pendukung Kesehatan. Dari tenaga medis yang tersedia, di dalamnya ada 23 dokter spesialis yaitu spesialis penyakit dalam, spesialis paru, spesialis jantung dan pembuluh darah, spesialis saraf, spesialis kedokteran jiwa, spesialis bedah, spesialis anestesi dan spesialis kedokteran penerbangan.
 
KKHI Makkah yang terletak di wilayah Aziziyah Junubiyah dilengkapi dengan falititas kesehatan yang siap melayani jemaah haji Indonesia.

"Disini telah siap UGD dengan 12 tempat tidur dan 3 ambulans, poliklinik yang terdiri dari poli umum, poli gigi, dan poli rehab medik, ruang rawat inap terdiri dari 60 tempat tidur untuk pria dan 50 untuk wanita," jelas Nirwan Satria.

KKHI Makkah juga dilengkapi dengan 28 tempat tidur rawat inap psikiatri, 10 tempat tidur ICU, 34 tempat tidur intermediate pria dan 38 intermediate perempuan.
 
Pelayanan penunjang juga melengkapi KKHI Makkah, yaitu laboratorium (hematologi, kimia darah, analisa gas darah, elektrolit dan urine), radiologi, USG, pelayanan kefarmasian, pelayanan gizi, pelayanan sanitasi, pelayanan visitasi, pelayanan safari wukuf, pelayanan tanazul, pelayanan rekam medik, dan pelayanan siskohatkes.
 
Nirwan berpesan agar jemaah haji rajin memeriksakan diri ke dokter di masing-masing Kloter. Dengan demikian, kesehatan jemaah haji dapat terkontrol.

Nirwan juga mengimbau agar Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) terus memantau kesehatan jemaahnya dan mengingatkan untuk selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) dan mengurangi aktifitas yang tidak penting agar siap saat wukuf di Arafah nanti.
 
“Ingat, haji adalah wukuf. Untuk itu kami mengimbau jemaah haji Indonesia menyiapkan fisiknya agar dapat melaksanakan wukuf dengan baik," tandasnya.
 

Tag : Ibadah Haji
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top