Inspirasi Miracle dalam Kampanye Every Beauty Should Be A Masterpiece

Miracle Aesthetic Clinic kembali memberikan inspirasi untuk para wanita dengan mengusung kampanye bertajuk Every Beauty Should Be A Masterpiece yang merupakan lanjutan dari kampanye Unveil Your Masterpiece pada 2016.
Newswire | 09 Agustus 2018 20:22 WIB
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Miracle Aesthetic Clinic kembali memberikan inspirasi untuk para wanita dengan mengusung kampanye bertajuk Every Beauty Should Be A Masterpiece yang merupakan lanjutan dari kampanye Unveil Your Masterpiece pada 2016.

Untuk mendukung kampanye Every Beauty Should Be A Masterpiece, Miracle melibatkan tiga wanita Indonesia dengan latar belakang suku yang berbeda, dalam project Miracle Beauty Transformation. Ketiga wanita tersebut menjalani serangkaian perawatan di Miracle antara lain Ultherapy, Miracle Botox Cosmetic, juga Miracle Dermal Filler yang dilakukan di Miracle Jakarta, Surabaya, dan Bali.

Project Miracle Beauty Transformation dilakukan sejak Desember 2017 sampai dengan Juli 2018. Project ini bertujuan untuk menyempurnakan bentuk wajah ketiga wanita tersebut sehingga mendekati kriteria bentuk wajah idealnya, tanpa menghilangkan kekhasan ethnic beauty masing-masing wanita tersebut.

Ketiganya mewakili kekhasan kecantikan wanita suku Jawa, Bali, dan Indonesia keturunan Tionghoa.

Kampanye terkait dengan Ulang Tahun ke-22 Miracle itu menonjolkan metode face reshaping.

"Metode face reshaping ini adalah membentuk wajah seseorang agar menjadi lebih ideal dan proporsional, sehingga menjadi lebih cantik dan menarik," ujar Lanny Juniati, Founder dan President Director Miracle Aesthetic Clinic Group, Kamis.

Dia menjelaskan bahwa dalam face reshaping harus mengetahui jenis perawatan mana yang tepat untuk setiap karakter wajah, dan bagaimana kita dapat membuat tampilan wajah tersebut menjadi proporsional namun tetap terlihat natural.

"Tanpa memperhitungkan rasio-rasio kecantikan dalam ilmu estetika dan memperhatikan karakter wajah seseorang, hasil face reshaping dapat terlihat tidak alami."

Menurutnya, setiap wanita selalu ingin terlihat cantik, tampil sempurna di hadapan banyak orang. Hal tersebut dipengaruhi dari berbagai aspek, mulai dari life style sampai tuntutan kehidupan sosial.

Salah satunya adalah faktor pekerjaan, yakni wanita dituntut berpenampilan dengan baik. Bahkan, perusahaan ataupun organisasi kini memiliki standar penampilan bagi karyawannya.

Hal Inilah yang membuat penampilan menjadi penting bagi pada wanita guna mendukung pekerjaannya. Life style kaum urban yang sekarang ini tidak bisa lepas dari internet, membuat banyak wanita dari berbagai generasi ingin selalu tampil sempurna agar bisa terus eksis di sosial media.

Menurut Lanny, untuk mendapatkan bentuk wajah yang proporsional, pembentukan wajah bukan hanya sekedar membuat wajah menjadi tirus atau hidung lebih mancung. Banyak faktor-faktor penting yang harus diperhitungkan dan diperhatikan dalam melakukan face reshaping ini.

Ada bermacam karakter kecantikan wanita di berbagai belahan dunia. Karakter kecantikan wanita khas Eropa dengan Latin, maupun Asia pasti berbeda.

Di lingkup benua Asia saja juga berbeda, tampilan kecantikan khas India dengan Korea, ataupun China dengan Mongolia sangat berbeda. Bahkan di Indonesia saja, karakter kecantikan wanitanya juga sudah berbeda-beda, karena di dalamnya terdapat berbagai ragam suku dari Sabang sampai Merauke.

Selain itu, ada rasio kecantikan untuk ukuran proporsi wajah yang perlu diperhatikan dalam melakukan face reshaping agar mendapatkan hasil tampilan yang ideal bagi setiap individu, jadi tidak hanya asal merubah, menambahkan atau mengurangi bentuk wajah.

"Saat ini mulai banyak terjadi kasus facial overfilled syndrome. Ini adalah kondisi dengan wajah seseorang terlalu berlebihan menerima suntikan filler yang membuat bentuk wajahnya terlihat tidak ideal ataupun proporsional dan tidak natural."

Salah satu kasus dalam overfilled syndrome yang sering dibicarakan adalah kasus pillow face, yaitu terlalu banyaknya cairan filler yang dimasukkan pada area pipi, sehingga pipi menjadi sangat menonjol dan terlihat tembam.

"Harus kita ingat bahwa tujuan dari face reshaping adalah membuat wajah seseorang menjadi lebih ideal dan proporsional, sehingga seorang wanita dapat tampil lebih menarik, menunjukkan kecantikan versi terbaiknya dengan tetap mempertahankan ciri khas karakter kecantikan individualnya," tambah Lanny.

Tag : gaya hidup
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top