Ini Permasalahan Kulit yang Sering Dialami Remaja

Remaja yang baru memasuki usia pubertas akan mengalami berbagai perubahan, salah satunya perubahan fisik akibat berbagai permasalahan kulit. Beberapa masalah kulit yang rentan dialami remaja antara lain jerawat, kulit berminyak, dan hiperpigmentasi pasca inflamasi akne (HPI), yaitu perubahan warna kulit menjadi lebih gelap, yang terjadi setelah peradangan kulit akibat jerawat.
Dewi Andriani | 03 September 2018 00:36 WIB
Masalah kulit - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Remaja yang baru memasuki usia pubertas akan mengalami berbagai perubahan, salah satunya perubahan fisik akibat berbagai permasalahan kulit. Beberapa masalah kulit yang rentan dialami remaja antara lain jerawat, kulit berminyak, dan hiperpigmentasi pasca inflamasi akne (HPI), yaitu perubahan warna kulit menjadi lebih gelap, yang terjadi setelah peradangan kulit akibat jerawat.

Martinus, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin mengatakan, hampir 80 persen remaja berusia 14-17 tahun pada wanita dan 16-19 tahun pada laki-laki mengalami masalah kulit berupa jerawat, terutama pada masa awal pubertas. Hal ini disebabkan masalah kebersihan kulit, pola makan, hormonal, psikologis dan infeksi bakteri.

Sementara itu, kulit berminyak di wajah dan kepala biasanya dipicu karena hormone, stress, cuaca panas dan lembap. “Kulit berminyak membuat wajah tampak mengkilap, lengket, berpori-pori lebar dan kasar sehingga membuat mereka tak pede," ujarnya.

Disamping itu para remaja sering mengeluhkan adanya skar akne (kerusakan permanen pada jaringan kulit akibat gangguan pada proses penyembuhan luka jerawat), body odor (bau badan) dan keringat berlebih berupa peningkatan produksi kelenjar keringat yang menyebabkan bau badan khususnya di daerah ketiak, kelamin dan telapak kaki.

Memang diakui olehnya remaja yang baru memasuki usia pubertas biasanya suka mencoba  hal-hal baru dan berinisiatif mencari perawatan kulit untuk mendapatkan kulit bening. Apalagi pada usia ini biasanya akan muncul berbagai kelainan kulit akibat pengaruh hormone androgens. Oleh karena itulah, remaja sebaiknya melakukan perawatan sedari dini dengan rutin mencuci muka untuk membuang kulit mati.

“Kalau mau menggunakan cream sebaiknya konsultasikan dulu, atau dites dulu. Kalaupun dicoba dan hasilnya tidak cocok, itu sifatnya hanya sementara, bukan bahaya yang berkepanjangan atau permanen. Tapi remaja biasanya tau kalau kulit sensitive salah pakai pasti akan bahaya jadi biasanya mereka akan lebih aware,” ujarnya.

Untuk melakukan beberapa treatment, tentu saja harus disesuaikan dengan keluhan yang dialaminya. Jerawat dan HPI dapat dilakukan terapi tambahan yaitu ekstraksi komedo, penyuntikan kortikosteroid intralesi (KIL) untuk lesi yang berbentuk nodus dan lesi yang meradang, chemical peeling, mikrodermabrasi, dan laser NdYag.

Skar akne dapat diterapi dengan laser CO2, chemical peeling, dan mikrodermabrasi. “Sedangkan untuk bau badan dan keringat berlebih diperbaiki dengan terapi injeksi Botulinum Toxin,” ujarnya.

 

 

Tag : kulit
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top