Sri Mulyani Buka Pameran Seni Rupa Art Bali di Ajang IMF-WBG

Menteri Keuangan Sri Mulyani membuka pameran seni rupa kontemporer bertajuk Art Bali yang merupakan kegiatan paralel Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group, di Nusa Dua, Selasa (9/10/2018) petang.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 09 Oktober 2018  |  20:14 WIB
Sri Mulyani Buka Pameran Seni Rupa Art Bali di Ajang IMF-WBG
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menyaksikan salah satu karya dalam pameran seni rupa Art Bali, di Nusa Dua, Bali (9/10/2018). Art Bali merupakan kegiatan paralel Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group yang menampilkan karya terbaik 39 seniman dari Indonesia dan mancanegara. - Bisnis/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, NUSA DUA — Menteri Keuangan Sri Mulyani membuka pameran seni rupa kontemporer bertajuk Art Bali yang merupakan kegiatan paralel Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group, di Nusa Dua, Selasa (9/10/2018) petang.

Sri Mulyani mengatakan saat ini Indonesia serius membangun infrastruktur, termasuk ekosistem berkesenian untuk mendorong lahirnya karya-karya yang berkualitas.

Kata dia pameran yang didukung Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) ini mempresentasikan kekayaan budaya Indonesia yang kaya kreator seni.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menghadirkan karya-karya terbaik, tetapi penggunaan anggarannya juga dipertanggungjawabkan secara akuntabel.

"Semoga kolaborasi seniman dengan pemerintah terus kontinyu dan bisa membawa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan bermartabat " katanya.

Dia menambahkan pemerintah akan terus mendukung kegiatan seni budaya termasuk penganggaran dananya.

Dalam pameran bertajuk ‘Beyond the Mith’ ini kurator Rifky Effendi dan Ignatia Nilu memilih karya dari 39 seniman yakni Adi Panuntun, Agan Harahap, Agung Mangu Putra, Agus Suwage, Arin Dwihartanto Sunaryo, Ashley Bickerton, Chusin Setiadikara, Dipo Andy, Eddi Prabandono, Eko Nugroho, Entang Wiharso, Filippo Sciascia, dan Galam Zulkifli.

Selain itu, Handiwirman Saputra, Heri Dono, I Made Djirna, I Made Wianta, I Made Widya Diputra, I Made Wiguna Valasara, I Nyoman Erawan, I Nyoman Nuarta, I Wayan Upadana, Joko Dwi Avianto, Jompet Kuswidananto, Mella Jaarsma, dan Nasirun.

Selanjutnya adalah Pande Ketut Taman, Samsul Arifin, Syagini Ratna Wulan ft. Bandu Darmawan, Uji Handoko Eko Saputro, Yani Mariani Sastranegara, Yoka Sara, dan Yudi Sulistyo serta seniman yang tergabung dalam Nu-Abstract (Agus Saputra, Dewa Ngakan Ardana, Gede Mahendra Yasa, Kemalezedine, Ketut Moniarta, Putu Bonuz).

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan selain disaksikan delegasi IMF-World bank Group, Art Bali juga akan dinikmati sekitar 3.000 peserta World Ocean Conference yang akan digelar di Nusa Dua akhir Oktober 2018.

Bekraf sendiri yang punya acara World Conference on Creative Economy dengan sekitar 2.500 peserta dari 55 negara pada awal November 2018 juga menjadwalkan kunjungan ke Art Bali.

CEO dan Founder Art Bali Heri Pemad mengatakan Gedung Art Bali di area Bali Collection seluas 1.000 m2 yang dibangun selama 40 hari menjelang acara IMF-WBG dimaksudkan agar menjadi ruang baru kesenian yang dapat dinikmati masyarakat dari berbagai bangsa.

Ia berharap dengan pengalaman mengelola ArtJog selama 11 tahun, mampu membawa Art Bali menyajikan karya terbaik dan menghadirkan publik pecinta seni, kolektor, dan komunitas lainnya.

“Dengan terbentuknya ekosistem yang baik, saya berharap Art Bali mampu mendongkrak apresiasi terhadap karya seni rupa kontemporer Indonesia dan meningkatkan nilai keekonomiannya,” ujarnya.

Pameran yang akan berlangsung hingga 9 November 2018 ini terbuka untuk umum dengan harga tanda masuk Rp150.000 per orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, annual meetings IMF-World Bank

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top