Menkes: Pasar Tradisional harus Bersanitasi Sehat, Punya Ruang Laktasi

Menteri Kesehatan Nila Moeloek melakukan peninjauan ke Pasar Jaya Kramat Jati, Jakarta Timur dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2018 yang akan berlangsung pada 12 November 2018.Pada kunjungannya Nila meninjau kebersihan pasar dan memberikan satu set alat pembersih pasar.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 19 Oktober 2018 10:49 WIB
Menkes Nila Moeloek usai melakukan peninjauan Pasar Jaya Kramat Jati, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (19/10/2018). - Bisnis/Nur FaizahAl Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Nila Moeloek melakukan peninjauan ke Pasar Jaya Kramat Jati, Jakarta Timur dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2018 yang akan berlangsung pada 12 November 2018.

Pada kunjungannya Nila meninjau kebersihan pasar dan memberikan satu set alat pembersih pasar. Dalam kesempatan tersebut juga mengkampanyekan gerakan masyarakat sehat (Germas) sekaligus mengingatkan akan kondisi pasar yang menjual sandang dan pangan untuk masyarakat harus bersih.

"Jadi saya kira pasar sehat memang penting ya. Pertama tentu dari sisi ruang, sisi ruang itu artinya memang udara itu udara yang bersih bisa berjalan baik. Tapi tadi kita juga melihat sisi ruang itu tempat jambannya atau toiletnya tadi memang bagus sekali, bersih, dan saya tetap ingatkan tetap meminta untuk dijaga kebersihannya artinya memang semua orang harus tanggung jawab," tutur Nila saat ditemui usai melakukan peninjauan Pasar Jaya Kramat Jati, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (19/10/2018).

Nila mengatakan meski yang menggunakan toilet sudah membayar dengan uang namun menjaga kebersihan toilet merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat yang bekerja maupun mengunjungi pasar.

"Kemudian juga tadi kita akan meningkatkan lagi tempat laktasi. Pedagang-pedagang ini banyak juga ibu-ibu menyusui, sehingga mereka bisa melakukan laktasi dan menyimpannya di dalam kulkas untuk dibawa nanti ke rumah," lanjutnya.

Dia juga menghimbau agar para pedagang bahan-bahan makanan seperti sayuran, ikan dan sebagainya mau awas terhadap bahaya kuman atau bakteri yang datang dari binatang seperti lalat dan tikus sehingga kesehatan masyarakat dari segi bahan makanan yang dikonsumsi terjamin kebersihannya.

"Tentu yang organik tadi seperti sayuran ataupun makanan tentu kami maunya yang bersih ya. Artinya tidak ada lalat yang wara wiri dan sebagainya. Tikus juga, apalagi kalau ada ikan itu tikusnya senang sekali itu juga airnya harus mengalir," katanya.

Selain itu, Nila juga memuji kebijakan pengelola pasar dan para pedagang sayuran yang menjadikan sisa sayuran yang tidak terjual untuk dijadikan kompos.

"Tadi satu yang bagus di sini. Sisa sayuran itu dijadikan kompos. Sampah itu juga dilakukan dengan bersih," tuturnya.

Nila juga menilai bahwa kondisi Pasar Jaya Kramat Jati cukup baik untuk sebagai pasar sehat. Namun dia berharap bahwa kondisi pasar yang bersih hari ini bisa terus ditingkatkan ke depannya.

Tag : Pasar Tradisional
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top