60 Tahun Hubungan Indonesia-Selandia Baru, KBRI Gelar “The Symphony of Friendship” di Wellington

KBRI di Wellingtion menggelar konser The SYMPHONY OF FRIENDSHIP, merangkul Pasifik dengan "Diplomasi Budaya", memperingati hubungan 60 tahun Indonesia-Selandia Baru
Nancy Junita | 06 November 2018 09:26 WIB
Konser The Symphony of Friendship untuk memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Selandia Baru. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Tahun 2018 adalah tahun istimewa karena tepat 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Selandia Baru.

Memperingati ulang tahun tersebut, Kedutaan Besar RI di Wellington telah melaksanakan berbagai kegiatan di antaranya seminar publik, pameran foto, panggung seni dan lain sebagainya di berbagai kota.

Rangkaian perayaan tersebut dibuka dengan kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo bulan Maret lalu yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Indonesia yang berada di Selandia Baru.

Sebagai penutup, KBRI menyiapkan program khusus, konser persahabatan yang berjudul “The Symphony of Friendship”.

Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya meyakini konser yang akan mengolaborasikan musik Maori (suku asli di Selandia Baru) dengan musik dari Indonesia bagian timur ini akan semakin memperkuat tali persaudaraan kita dengan bangsa-bangsa di Pasifik.

'The Symphony of Friendship' akan berlangsung di gedung pertunjukan ikonik di Wellington, The Opera House. Dijadwalkan konser itu akan digelar pada 9 November mendatang.

Pada acara ini akan tampil tiga penyanyi dari Indonesia, yakni Edo Kondologit, Gita Gutawa, dan Andmesh Kamaleng, serta 2 penyanyi dari suku Maori yaitu Maisey Rika dan Tama Waipara.

Para penyanyi akan diiringi oleh Wellinton Orchestra, salah satu orkestra ternama di Selandia Baru. Konser berdurasi 90 menit akan mendaulat Erwin Gutawa sebagai aranjer sekaligus konduktor orkestra.

Merangkul Pasifik dengan Diplomasi Budaya

Tantowi Yahya optimistis konser yang disebutnya sebagai diplomasi budaya untuk merangkul Pasifik ini akan dipadati oleh 1.300 penonton yang setengah di antaranya adalah pelajar di Wellington.

“Para pelajar yang rata-rata berusia 15 tahun adalah pemilik masa depan hubungan Indonesia-Selandia Baru. Semakin dini mereka mengenal Indonesia maka semakin cepat mereka akan jatuh cinta,” ujar Tantowi.

Penyelenggaraan konser ersahabatan yang baru pertama kalinya ini  disambut baik oleh beberapa kementerian dan lembaga terkait di Indonesia. 

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo akan hadir dan memberikan sambutan bersama Ketua Parlemen Selandia Baru, Trevor Mallard. Sementara, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengapreasi  konser, karena akan semakin memuluskan diplomasi Indonesia di wilayah Pasifik khususnya Pasifik Selatan.

Bambang memuji berbagai inisiatif KBRI Wellington dalam melakukan Total Diplomacy yang out of the box.

Secara terpisah, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf juga memuji langkah-langkah yang dilakukan oleh KBRI Wellington yang sarat bersentuhan dengan ekonomi kreatif.

Triawan menganggap konser tersebut akan menunjukkan kemajuan industri kreatif Indonesia kepada negara-negara di Pasifik. Sebagaimana kita ketahui Selandia Baru adalah salah satu negara yang paling maju industri kreatifnya. Khususnya setelah film-film produksi mereka seperti Lord of the Rings, The Hobbit, dan lain-lain meledak di pasar.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi diplomasi dengan The Symphony of Friendship itu.  Selandia Baru adalah salah satu pasar potensial, dan sudah memiliki direct flight ke Bali. Maskapai Emirates dan New Zealand Air sudah terbang langsung dari Uckland - Denpasar.

Ketika ada akses langsung, dan ke destinasi greater nomor 1, Bali, maka akan lebih mudah menarik wisman ke Indonesia. Mirip dengan pasar Australia, Selandia Baru suka dengan adventure, bahari, surfing dan culture, semua tersedia dengan baik di Bali,” kata Arief Yahya.

Arief Yahya tidak terlalu khawatir dengan atraksi dan amenitas di destinasi Bali, mengingat  dalam framework 3A, atraksi-amenitas-akses, Bali sangat siap.

Suasana di Wellington

Kemenpar juga sudah memiliki komunitas Genwi Chapter New Zealand, anak-anak muda, pelajar mahasiswa dan diaspora di Negeri Kiwi tersebut. Dubes Tantowi Yahya ikut meresmikan komunitas netizen yang saat ini rajin memviralkan Wonderful Indonesia di sana.

“Event The Symphony of Friendship ini bisa menjadi pintu masuk agar lebih kuat konten promosinya,” kata Arief Yahya.

Sedangkan Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Himar Farid menganggap konser ini langkah penting bagi diplomasi budaya, dengan memperlihatkan hubungan sejarah dan Kebudayaan yang erat antara dunia Melanesia dan Austronesia.

Konser Persahabatan ini akan digelar dihadapan para petinggi pemerintah kedua negara, anggota parlemen, akademisi, berbagai organisasi kemasyarakatan, pelajar, mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang ada di Selandia Baru. "Karena bagian dari perayaan ulang tahun, kami tidak menjual tiket. Hanya berbasis undangan" jelas Tantowi.

Bagi pemirsa di Indonesia, konser yang didukung BNI, Bank Mayapada, Djarum Foundation, Panasonic, Bukaka, Finna, Hotel Sotis Kupang dan Pro XL ini akan direkam dan disiarkan tunda oleh TVRI beberapa hari kemudian.

Tag : selandia baru, konser musik
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top