Siapkah Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim 2020?

Setelah penyelanggaraan "La Mode" Sur La Seine a Paris yang diselenggarakan oleh Indonesia Fashion Chamber. Kementerian Perindustrian akan menghelat International Muslim Fashion Festival.
Asteria Desi Kartika Sari | 21 November 2018 15:40 WIB
Pengunjung mengenakan cadar berbelanja di toko busana muslim, di Jakarta, Rabu (7/3/2018). - REUTERS/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA-- Setelah penyelenggaraan "La Mode" Sur La Seine a Paris yang digelar oleh Indonesia Fashion Chamber, Kementerian Perindustrian akan menghelat International Muslim Fashion Festival.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan launching ajang tersebut sebagai kick off dalam mewujudkan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia pada 2020.

"90% masyarakat Indonesia adalah orang muslim, kemudian kemampuan para desainer juga sudah oke, ada kekuatan etnis seperti batik, tenun, dan sarung. Akan lebih bagus bila hal itu dikawinkan dengan busana muslim," kata Gati di Kementerian Perindustrian, Rabu (21/11/2018).

Apalagi, menurutnya setelah melakukan peragaan busana di Paris dengan buyer dari berbagai negara seperti Italia, Australia, Jerman, Taiwan, Korea, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Spanyol, Inggris, dan Rusia, menjadi momen yang tepat untuk melakukan launching International Muslim Fashion Festival dan mendeklarasikan Indonesia siap menjadi kiblat fashion.

Nantinya, melalui acara tersebut akan menghadirkan buyer dari berbagai negara, khususnya anggota Organisasi Koferensi Islam (OKI).

"Target yang ingin kami capai adalah meningkatkan nilai ekspor produk fesyen khususnya fesyen muslim di Pasar Eropa dan negara-negara OKI," katanya.

Dia mengatakan untuk mewujudkan hal tersebut, tantangan yang tengah dihadapi adalah bahan baku karena selama ini bahan baku yang dimililiki belum dapat memenuhi apa saja yang dibutuhkan oleh para desainer.

Tag : fesyen
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top