Menakar Kesiapan Indonesia Jadi Barometer Busana Muslim Dunia

Indonesia terbukti memegang peranan penting dalam perkembangan fashion muslim global. Perhelatan Muslim Fashion Festival Indonesia (MUFFEST) merupakan langkah konkret untuk memajukan industri fashion muslim Indonesia dan mewujudkan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia.
Asteria Desi Kartika Sari | 28 November 2018 08:44 WIB
Ilustrasi: Jakarta Modest Fashion Week 2018 - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia terbukti memegang peranan penting dalam perkembangan fashion muslim global. Perhelatan Muslim Fashion Festival Indonesia (MUFFEST) merupakan langkah konkret untuk memajukan industri fashion muslim Indonesia dan mewujudkan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia.

Kini, MUFFEST telah menjadi perhatian dan partner pemerintah dalam mencapai cita-cita bersama itu. Buktinya, MUFFEST dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo, kemudian ditindaklanjuti dengan undangan ke Istana Bogor untuk dengar pendapat mengenai grand design upaya Indonesia menjadi pusat busana muslim dunia.

Tak hanya itu, sebelunya Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) pun memfasilitasi Indonesia Trend Forecasting (ITF) dan melakukan sosialisasi ke sejumlah daerah untuk membekali pelaku usaha mempersiapkan produk yang akan ditampilkan di MUFFEST.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian turut serta memberikan fasilitas untuk LaunchingInternational Muslim Fashion Festival 2019 di acara "La Mode Sur La Seine à Paris” di Kota Paris, Perancis.

MUFFEST akan kembali diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC)bersama Dyandra Promosindo sebagai organizer serta menggandeng community partner yakni Hijabers Mom Community dan Hijabers Community pada tanggal 2-5 Mei 2019 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta.

“MUFFEST diarahkan sebagai muara dari perkembangan terkini industri fashionmuslim Indonesia, yang meliputi segi kualitas, kuantitas, inovasi bisnis, teknologi, maupun tren," kata Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber melakui keterangan tertulis, Selasa (27/11/2018).

Dia mengatakan perhelatan sebagai upaya memperluas akses dan meningkatkan kompetensi produk fashion muslim Indonesia agar dapat menguasai pasar lokal sekaligus mampu bersaing di pasar global. Dengan begitu, pada akhirnya dapat mewujudkan Indonesia sebagai pusat belanja, produksi, dan barometer tren fashion muslim global.

MUFFEST 2019 akan kembali menghadirkan exhibition (pameran dagang) yang memperkuat konsep ritel atau B2C (Business to Customer) dan mengarahkan pada B2B (Business to Business) dengan jumlah 400 exhibitor yang terbagi menjadi Zona: Textile, Syar’i, Mens Wear, Urban, Sport Wear, Leather, dan Ethnic.

Menunjang pameran, digelar fashion show yang menampilkan karya lebih dari 100 desainer busana muslim, mulai dari gaya konvensional, kontemporer, hingga syar’i yang mengacu pada Indonesia Trend Forecasting 2019/2020 bertema Singularity meliputi tema Exuberant, Neo Medieval, Svarga, dan Cortex.

Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif Joshua Simandjuntak mengatakan BEKRAF ingin lebih mendorong talenta desainer fesyen muslim berkualitas di Indonesia yang siap go global dengan mendukung penyelenggaraan MUFFEST sebagai event di dalam negeri bertaraf internasional.

"BEKRAF mengarahkan dukungan pada penyediaan fasilitas untuk mendatangkan dan memberikan intensif kepada buyer internasional yang datang ke MUFFEST,” katanya.

Tag : IHSG, fashion
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top