Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Cara Cegah Stunting pada Bayi

Stunting atau kekerdilan akibat terganggunya pertumbuhan anak masih menjadi fokus utama pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 28 Januari 2019  |  12:02 WIB
Ilustrasi anak 'stunting' atau kerdil yang antara lain disebabkan kurang gizi. - Istimewa
Ilustrasi anak 'stunting' atau kerdil yang antara lain disebabkan kurang gizi. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Stunting atau kekerdilan akibat terganggunya pertumbuhan anak masih menjadi fokus utama pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019.     

Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya asupan gizi yang cukup dan tepat bagi seorang bayi sehingga dia menderita malnutrisi yang berujung pada stunting. Pada Hari Gizi Nasional ke-59 ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengambil tema “Keluarga Sadar Gizi, Indonesia Sehat dan Produktif” dalam upaya perbaikan gizi masyarakat Indonesia.

Dua tahun pertama kehidupan anak, atau dikenal dengan 1.000 hari pertama merupakan masa yang sangat kritis bagi tumbuh kembangnya. Pada waktu inilah, keluarga—khususnya orangtua—harus yakin bahwa sang bayi mendapatkan asupan gizi yang cukup dan tepat agar ia tidak menderita malnutrisi yang dapat berujung pada stunting.

ASI eksklusif adalah cara paling murah untuk memastikan kebutuhan nutrisi si kecil terpenuhi. Manfaat ASI eksklusif telah terbukti membantu anak untuk mendapatkan asupan gizi yang mencukupi sehingga meminimalkan risiko terjadi stunting pada anak.

Pemberian ASI yang tidak dimaksimalkan hingga enam bulan (terlalu cepat melepas ASI) atau pemberian MPASI yang terlalu dini dapat membuat sang bayi kehilangan nutrisi yang dibutuhkan dari ASI.

UNICEF dan WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif sampai bayi berumur enam bulan. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan. ASI mengandung gizi lengkap yang mudah dicerna oleh perut bayi yang kecil dan sensitif.

Itulah sebabnya, memberikan ASI saja sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi di bawah usia enam bulan. Malah, pemberian MPASI sebelum bayi menginjak usia enam bulan akan membuatnya lebih tertarik pada makanan daripada ASI, sehingga lama-kelamaan menghindari ASI.

Dikutip dari laman WHO, selain gizi buruk, stunting juga terjadi sebagai dampak dari infeksi yang terjadi selama bertahun-tahun. Lagi-lagi, di sinilah manfaat ASI bisa dirasakan. ASI mengandung protein khusus yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh si kecil.

Semakin rutin diberikan maka manfaat ASI akan semakin dapatkan, khususnya dalam hal daya tahan tubuh anak. Dengan begitu, anak akan lebih jarang sakit selama masa pertumbuhan, nutrisi yang didapat bisa terserap dengan baik, dan terhindar dari risiko stunting. 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan stunting
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top