Akankah Karya Seni Hasil Kecerdasan Buatan Ini Diburu Kolektor?

Empat bulan lalu, Christie's mengatakan akan mengadakan lelang seni pertama hasil karya kecerdasan buatan. Total penjualan sebesar US$432.500 memicu kontroversi di kalangan kritikus.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  06:27 WIB
Akankah Karya Seni Hasil Kecerdasan Buatan Ini Diburu Kolektor?
Memories of Passersby oleh seniman Mario Klingemann - Sotheby

Bisnis.com, JAKARTA -- Empat bulan lalu, Christie's mengatakan akan mengadakan lelang seni pertama hasil karya kecerdasan buatan atau  Artificial Intelligence. 

Hingga kini, total penjualan sebesar US$432.500 dari karya seni itu masih memicu kontroversi di kalangan kritikus.

Para kritikus ragu apakah karya itu semua benar-benar hasil dari seni Artificial Intelligence atau terdapat keterlibatan manusia dalam pembuatan karyanya.

Bulan depan, lelang Sotheby di London menjual seni hits yang dihasilkan oleh AI, yang hingga sampai saat ini masih relatif jarang.

 Christie’s akan menerima tawaran untuk karya yang dibuat oleh ilmuwan komputer Jerman Mario Klingemann pada 6 Maret di London yang sepenuhnya dikuratori oleh komputer.

Dari hasil potret AI yang dijual pada Oktober lalu, beberapa interaksi manusia oleh kolektif seni yang berbasis di Paris berjudul Memories of Passersby 1 adalah debut lelang Klingemann.

Debut ini terdiri dari ‘otak’ AI yang memancarkan aliran gambar tanpa henti dari wajah yang terdistorsi  ke dua layar, hasil dari Algoritma.

Dalam karya ini, terbuat sebuah wajah yang tampak buram yang kemudian menjadi fokus, meskipun tidak ada orang yang digambarkan secara sempurna.

Namun, para pengunjung sangat percaya bahwa pekerjaan ini tidak sepenuhnya dihasilkan oleh komputer, karena Klingemann mengakui bahwa dia yang membangun mesin AI tersebut.

Karya istimewa ini telah melewati batas harga lelang dengan estimasi awal US$10.000. Sotheby telah menempatkan estimasi untuk penjualan ini pada 30.000 pound menjadi 40.000 pound.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seni

Sumber : Bloomberg

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top