Indonesia Dukung Penerapan Teknologi Digital Perkuat Sistem Kesehatan

Penerapan teknologi digital di sektor kesehatan sangat diperlukan oleh Indonesia yang memiliki wilayah kepulauan yang sangat luas.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  15:25 WIB
Indonesia Dukung Penerapan Teknologi Digital Perkuat Sistem Kesehatan
Gedung Kementerian Kesehatan RI di Jakarta. -Bisnis.com - Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia mendukung pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat sistem kesehatan. 

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi saat menjadi pembicara pada panel “Integrated Disease Surveillance and Disease Registry Platforms” dalam Global Health Digital Partnership (GDHP) Summit ke-4 di New Delhi, India pada 25-26 Februari 2019.

"Indonesia sebagai negara besar dan negara kepulauan yang terbentang luas dari Aceh sampai Papua menerapkan teknologi digital kesehatan, seperti telemedicine untuk kemudahan akses pelayanan kesehatan," ujar Oscar dikutip dari rilis yang diterima, Rabu (27/2/2019).

GDHP Summit yang dihadiri 24 negara dibuka oleh Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India Jagat Prakash Nadda.

Dalam sambutannya Menkes India menyampaikan bahwa pertemuan GDHP merupakan kolaborasi internasional antara pemerintah (kementerian/lembaga) dan organisasi multinasional dengan didukung oleh World Health Organization (WHO), untuk meningkatkan kesehatan dengan penggunaan kesehatan digital terbaik.

Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Thedros Adhenom Gebreyesus dalam pesan video menyampaikan bahwa teknologi digital telah mengubah pelayanan kesehatan untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer dan mencapai tujuan Sustainable Development Goals.

WHO akan menyusun strategi global terhadap kesehatan digital dan bulan depan WHO akan menerbitkan Pedoman Pertama tentang Kesehatan Digital.

GDHP Summit ke-4 menghasilkan New Delhi Declaration on Digital Health for Sustainable Development yang berisikan komitmen untuk mempercepat dan mengimplementasikan intervensi kesehatan digital yang sesuai dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat sampai dengan 2023 melalui aksi utama, antara lain menyusun strategi yang jelas terhadap teknologi digital berdasarkan prioritas nasional.

Pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya prioritas kesehatan nasional terhadap intervensi kesehatan digital, kebijakan yang diterapkan masing-masing negara untuk mengimplementasikan kesehatan digital secara signifikan, dan investasi kesehatan untuk kesehatan digital.

GDHP merupakan inisiatif negara-negara kolaborasi global dalam penggunaan teknologi digital yang aman (safe and secure) untuk meningkatkan kualitas, akses, dan kesinambungan sistem kesehatan. Sebelumnya, GDHP sudah diselenggarakan di Canberra, Washington DC, dan London.

Inisiatif GDHP berlanjut hingga menjadi salah satu rekomendasi World Health Assembly (WHA) ke-71 bulan Mei tahun 2018 di Jenewa.

Delegasi Indonesia telah berpartisipasi aktif dalam setiap agenda pembahasan, termasuk menjadi pembicara dan co-chair diskusi panel.

Selain Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan Trisa Wahjuni Putri juga berkesempatan menjadi Co-Chair di Panel Integrated Platforms for e-Learning aimed at Capacity Building for the Global Health Workforce.

Dia menekankan bahwa Indonesia terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia kesehatan untuk mencapai layanan kesehatan yang berkualitas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, digital

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup