Shoosie Sulaiman Ciptakan Instalasi Main Getah di Museum MACAN

Perupa asal Malaysia, Shoosie Sulaiman menciptakan instalasi main getah atau rubberscape yang mengeksplorasi sejarah dan berbagai wujud karet.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  19:55 WIB
Shoosie Sulaiman Ciptakan Instalasi Main Getah di Museum MACAN
Perupa Shooshie Sulaiman (kiri) dan jajaran pengurus Museum MACAN melakukan peresmian Ruang Seni Anak Komisi UOB.

Bisnis.com, JAKARTA - Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN)  meresmikan proyek terbarunya untuk Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN.

Dalam proyek ini,  perupa asal Malaysia, Shoosie Sulaiman menciptakan instalasi main getah atau rubberscape yang mengeksplorasi sejarah dan berbagai wujud karet. 

Shooshie merupakan salah satu nama penting dalam medan seni kontemporer Asia Tenggara.  Shooshie menggunakan karet alami  sebagai bahan utama dalam karyanya. 

Karet digunakan sebagai bahan utama proyek ini karena memiliki signifikansi secara sejarah dan wujud material,  menghubungkan Indonesia,  Malaysia dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.  

Proyek ini mengubah Ruang Seni Anak menjadi karya instalasi berupa sebuah lingkungan yang merangsang pancaindera melalui bentuk,  tekstur dan bunyi. 

Lingkungan ini meliputi pohon karet muda,  sebuah bukit kecil yang dibentuk dari tanah,  didapatkan dari daerah setempat,  juga bebunyian yang direkam dari ladang karet di Malaysia.  

Selain itu,  berbagai aktivitas edukatif juga dikombinasikan dalam karya instalasi ini,  antara lain permainan tradisional congklak,  adu biji karet,  atau aktivitas seni seperti berkreasi dengan stempel karet,  membuat jalinan karet gelang berwarna-warni dan lokakarya membuat balon dari lateks alami.  

"Konsep bermain sangat penting untuk kehidupan kita saat ini.  Zaman sekarang konsep bermain adalah ponsel di tangan dan mata di layar,  tidak menggunakan indera. Saya percaya pengalaman merasakan langsung sangat berbeda dengan hanya melihat.  Ketika anak-anak menginjak daun dalam Main Getah,  sensasi dan baunya akan menimbulkan efek berbeda pada tubuh," kata Shooshie Sulaiman di Museum MACAN,  Kamis (28/2/2018). 

Main Getah mengangkat dua isu penting yang fundamental bagi proses berkarya Shooshie Sulaiman. Pertama,  sejarah Asia khususnya sejarah karet yang merupakan tanaman penting bagi negara-negara di area ini,  termasuk Indonesia dan Malaysia.  Kedua,  memori masa kecil sang perupa saat menjelajah perkebunan karet di Malaysia bersama ayahnya.  

Aaron Seeto,  Direktur Museum MACAN menambahkan,  proyek ini dibentuk untuk melibatkan anak dan orang tua dalam sebuah dialog yang menghubungkan seni dengan cara mereka melihat dunia. 

Main Getah atau Rubberscape menurutnya adalah sebuah instalasi imersif yang membuka ruang bagi anak-anak untuk melihat karet secara luas,  sebagai sebuah materi yang berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi dan teknologi dunia.  
 
"Karet juga memiliki tempat dalam sejarah Indonesia dan Asia Tenggara.  Dengan bangga kami juga mengumumkan kemitraan riset resmi dengan Pusat Penelitian Karet atau PPK yang telah berperan penting dalam pengembangan proyek luar biasa ini, " kata Aaron.  
 
Ruang seni anak komisi UOB museum MACAN dibuka untuk publik mulai 1 Maret 2019, dapat diakses dengan tiket museum yang berlaku dan setiap anak harus didampingi oleh satu orang dewasa.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
museum

Editor : Saeno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top