Rayakan Hari Kartini Lebih Awal, 14 Wanita Seniman Ini Gelar Eksibisi

Indonesian Luxury, sebuah portal seni dan desain, menghadirkan 14 wanita seniman dalam eksibisi bertajuk "Reinventing Eve".
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 14 Maret 2019  |  00:52 WIB
Rayakan Hari Kartini Lebih Awal, 14 Wanita Seniman Ini Gelar Eksibisi
Wanita seniman dan penyelenggara eksibisi "Reinventing Eve" saat pembukaan di 1 Park Avenue, Gandaria, Jakarta Selatan.

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesian Luxury, sebuah portal seni dan desain, menghadirkan 14 wanita seniman dalam eksibisi bertajuk "Reinventing Eve".

Pameran seni lukis ini salah satunya ditujukan untuk memperingati lebih awal Hari Kartini yang akan jatuh pada 21 April mendatang.  

Deborah Iskandat, pendiri Indonesian Luxury mengatakan,  pameran ini sebagai wujud penghargaan kepada RA kartini yang dikenal luas sebagai pendobrak hak-hak kaum wanita. 

Selaras dengan suara vokal Kartini tentang kesetaraan hak dan pendidikan bagi wanita,  pameran ini juga mengambil benang merah yang sama.  

Menurut Deborah,  Kartini hingga kini dikenal sebagai simbol dari gerakan feminisme dan kebebasan pada wanita modern Indonesia.  

"Pameran ini memang kami tujukan untuk perayaan Hari Kartini, " ujarnya saat pembukaan eksibisi di 1 Park Avenue,  Gandaria,  Jakarta Selatan,  Rabu (13/3/2019). 

Dia melanjutkan, selama berabad-abad wanita secara sistematis dianggap sebelah mata dalam bidang seni.  Banyak wanita yang dicegah untuk meraih pendidikan umum,  apalagi seni. 

Hal tersebut diperparah dengan stigma yang masih subur di tengah masyarakat bahwa wanita seniman adalah pekerja seni yang lebih inferior.  

Pameran ini merupakan kelanjutan dari gerakan feminisme yang ditampilkan melalui karya 8 wanita seniman Indonesia,  antara lain Arahmaiani,  Melati Suryodharmono,  Sinta Tantra,  Ines Katamso,  Rega Ayundya,  Natisa Jones,  Ella Wijt,  dan Inge Kotjo. 

Selain itu,  enam wanita seniman lain yang turut serta dalam pameran ini diantaranya Marisa R Ng (Malaysia),  Mary Lou Pavlovic (Australia),  Lindy Lee (Australia),  Sally Smart (Australia),  Mella Jarsma (Belanda)  dan Melisa Tan (Singapura).  

"Pertanyaannya masih tetap,  bagaimana memungkinkan lingkungan dimana perempuan dapat benar-benar mengekspresikan kreatifitas mereka pada tingkat yang sama," lanjut Deborah.  

Dengan berfokus pada seni yang diciptakan perempuan, Indonesia Luxury ingin menyuarakan gerakan feminisme dan membawa suara yang lebih beragam ke dunia seni.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hari kartini, seniman

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top