Ini Lineup Pameran di Museum Macan Tahun Ini

Apakah Anda penggemar seni khususnya seni modern dan kontemporer?  Nama Museum Macan mungkin tak asing lagi di telinga khalayak penikmat dan penggemar seni.  
Reni Lestari | 15 Maret 2019 01:20 WIB
Museum MACAN - Nytimes

Bisnis.com, JAKARTA - Apakah Anda penggemar seni khususnya seni modern dan kontemporer?  Nama Museum Macan mungkin tak asing lagi di telinga khalayak penikmat dan penggemar seni.  

Setelah kesuksesannya dengan mendatangkan 350.000 pengunjung sepanjang 2018 yang merupakan tahun pertamanya, Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (Museum Macan) mengumumkan program pameran di 2019. 

Di tahun keduanya, program MACAN merefleksikan misinya untuk mendukung talenta seni Indonesia dan menampilkan seni internasional yang signifikan di Indonesia, didukung oleh program edukasi yang menyeluruh. 

"Program kami tahun ini akan menampilkan sebuah pameran historis yang berfokus pada salah seorang perupa modern penting di Indonesia; sebuah pameran besar yang membahas pergeseran estetika seni yang terlihat dalam praktik karya beberapa perupa Indonesia berpengaruh pada era sebelum dan setelah Reformasi, dan sebuah pameran retrospektif Xu Bing, seorang peupa kontemporer asal Tiongkok yang diakui secara global,” kata Aaron Seeto, Direktur Museum Macan.   

Berikut Lineup pameran di Museum Macan yang bisa Anda kunjungi.  

1. Jeihan: Hari-hari di Cicadas. 

Pada Maret 2019, Museum Macan akan mempersembahkan "Jeihan: Hari-hari di Cicadas", sebuah pameran historis yang intim, menampilkan karya-karya Jeihan Sukmantoro (lahir pada 1938), seorang perupa dan penyair yang berpengaruh dalam perkembangan seni modern di Indonesia. 

Pameran ini menawarkan perspektif baru tentang era yang penting dalam kekaryaan Jeihan mulai 1960an hingga 80an, ketika sang perupa tinggal di Cicadas. Cicadas, yang berada di bagian timur Bandung, dikenal sebagai area padat penduduk, juga lokasi prostitusi dan tindak kriminal ringan. Jeihan dikenal dengan karya lukis ekspresionis dan figuratif sejak tahun 1960an. 

Lukisan potret dalam pameran ini menampilkan sang perupa, anggota keluarga dan tetangga-tetangga Jeihan, ketika rumahnya berfungsi sebagai tempat komunal tempat berkumpulnya warga yang ingin menonton TV. Rumah Jeihan kala itu adalah salah satu yang pertama memiliki TV.

2. Matter and Place 

Pada April, Macan mempersembahan Matter and Place, menampikan 6 karya dan instalasi oleh perupa Indonesia dan internasional. Pameran ini menampilkan Elevation, sebuah karya arsitektur gagasan Andra Matin yang telah memenangkan penghargaan saat pertama kali ditampilkan di Venice Architecture Biennale 2018; instalasi khas-tapak (site-specific installation) oleh perupa Malaysia Shooshie Sulaiman dan beberapa karya dari koleksi museum. 

Pameran ini mendiskusikan hubungan antara manusia dan tempat, sebuah investigasi tentang peran materi dan observasi inderawi dalam pengertian manusia tentang identitas.

3. Dunia dalam Berita 

Di bulan Mei (1 Mei – 21 Juli 2019), Macan akan menampilkan sebuah pameran survei berskala besar, menampilkan karya 10 perupa Indonesia yang merefleksikan pengaruh pergolakan politik sebelum dan sesudah Reformasi, antara dekade 1990an hingga awal 2000an. 

Bertajuk "Dunia dalam Berita", mengacu pada program berita yang ditayangkan di TVRI sejak 1973, pameran ini menampilkan efek demokratisasi dan perkembangan teknologi media pada praktik seni kontemporer di periode tersebut. 

Ditampilkan sebagai sebuah pameran survei, Dunia dalam Berita menghadirkan telaah atas dua perubahan penting dalam perkembangan seni kontemporer di Indonesia, yaitu dampak Reformasi pada kekaryaan sekelompok perupa Indonesia yang telah dikenal secara internasional, juga pengaruh kultur populer dalam konteks globalisasi di Indonesia. 

Pameran ini menampilkan 10 perupa penting Indonesia: Mella Jaarsma, I GAK Murniasih, Nyoman Masriadi, FX Harsono, Tisna Sanjaya, Agus Suwage, Heri Dono, Krisna Murti, S. Teddy D., dan Taring Padi.

4. Xu Bing: Thought and Method. 

Di kuartal terakhir 2019 dan menuju 2020, museum akan menampilkan "Xu Bing: Thought and Method", pameran retrospektif solo Xu Bing, perupa kontemporer Tiongkok yang berpengaruh (31 Agustus – 12 Januari 2020). 

Lahir di Chongqing, sebuah kota di barat daya Tiongkok, pada 1955 dan menempuh studi di Tiongkok dan Amerika Serikat, Xu dikenal akan karya instalasinya yang kuat, pendekatan konseptual terhadap teknik cetak, juga pemahaman yang mendalam tentang teks dan silang budaya di era aliran informasi dan manusia lintas negara. Pameran ini dihadirkan dalam kerja sama dengan UCCA Center for Contemporary Art, dan pertama kali ditampilkan di Beijing, Tiongkok pada 2018. Karya instalasi dari berbagai fase dalam karya Xu Bing ditampilkan di pameran ini. 

“Kami tidak sabar untuk mengumumkan program pameran kami tahun ini, memberikan kesempatan luar biasa untuk audiens di Indonesia dalam melihat salah satu periode penting dalam seni rupa Indonesia, juga menyaksikan karya Xu Bing, salah satu perupa penting dari generasi ini,” kata Aaron Seeto. 

Info seputar pameran akan segera ditampilkan di situs resmi Museum Macan.

Tag : pameran
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top