Cegukan atau Hiccup, Bisa Terjadi Karena Stres dan Konsumsi Obat anti-Depresan

Hiccup, nama keren cegukan, ternyata bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari minuman berkarbonasi hingga dampak stres atau lonjakan emosi yang berlebihan.
Saeno | 19 April 2019 08:44 WIB
Ilustrasi - reader\'s digest

Bisnis.com, JAKARTA - Anda pernah mengalami cegukan? Jika pernah, silakan ingat-ingat apa penyebabnya. Apakah karena makan banyak dan kurang minum, karena mengalami stres, atau lonjakan emosi yang berlebihan atau terlalu excite?

Selintas, cegukan adalah gejala ringan belaka.  Namun, seperti tertulis di laman mayoclinic.org ada sejumlah hal yang menyebabkan cegukan bisa terjadi.

"Cegukan adalah kontraksi diafragma yang tidak disengaja - [diafragma adalah] otot yang memisahkan dada Anda dari perut dan memainkan peran penting dalam pernapasan. Setiap kontraksi diikuti oleh penutupan tiba-tiba pita suara Anda, yang menghasilkan suara "hic" yang khas," demikian keterangan awal laman tersebut.

Sejumlah faktor bisa menyebabkan cegukan, misalnya karena makan besar, minuman beralkohol atau minuman berkarbonasi, juga bisa karena lonjakan kegembiraan yang mendadak.

"Dalam beberapa kasus, cegukan mungkin merupakan tanda dari kondisi medis yang mendasarinya. Bagi kebanyakan orang, serangan cegukan biasanya hanya berlangsung beberapa menit. Jarang, cegukan dapat berlangsung selama berbulan-bulan," tulis mayoclinic.org dengan tambahan bahwa cegukan berulang-ulang bisa menyebabkan penurunan berat badan dan kelelahan.

Gejala Cegukan

Cegukan adalah sebuah gejala atau symptom. Kadang-kadang mungkin disertai perasaan agak kaku di dada, perut, atau tenggorokan Anda.

Jika mengalami cegukan hingga lebih dari 48 jam atau jika sangat parah sehingga menyebabkan masalah dengan makan, tidur, atau bernafas segeralah temui dokter.

Adapun faktor tersering yang memicu cegukan kurang dari 48 jam di antaranya :

  • Minum minuman berkarbonasi
  • Minum terlalu banyak alkohol
  • Makan terlalu banyak
  • Kegembiraan atau stres emosional
  • Perubahan suhu mendadakMenelan udara dengan permen karet atau mengisap permen

Sedangkan cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam dapat disebabkan berbagai faktor, yang dapat dikelompokkan ke dalam kategori berikut:

Kerusakan saraf atau iritasi

Penyebab cegukan jangka panjang salah satunya adalah kerusakan atau iritasi saraf vagus atau saraf frenikus, yang melayani otot diafragma. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kerusakan atau iritasi pada saraf-saraf ini termasuk:

  • Rambut atau hal lain di telinga Anda menyentuh gendang telinga
  • Tumor, kista atau gondok di leher Anda
  • Refluks gastroesofagus yakni penyakit saluran pencernaan yang bersifat kronis.
  • Radang tenggorokan atau radang tenggorokan

Gangguan sistem saraf pusat

Tumor atau infeksi pada sistem saraf pusat Anda atau kerusakan sistem saraf pusat Anda akibat trauma dapat mengganggu kontrol normal tubuh terhadap refleks cegukan. Contohnya termasuk:

  • Radang otak
  • Meningitis
  • Multipel Sklerosis
  • Pukulan
  • Cidera otak traumatis
  • Tumor

Gangguan metabolisme dan obat-obatan

Cegukan jangka panjang juga dapat dipicu oleh beberapa hal berikut:

  • Kecanduan alkohol
  • Anestesi
  • Penggunaan obat-obatan anti-depresan atau barbiturat
  • Diabetes
  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Penyakit ginjal
  • Penggunaan steroid
  • Penggunaan obat penenang

Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko cegukan antara lain masalah mental atau emosional. Kecemasan, stres dan kegembiraan telah dikaitkan dengan beberapa kasus cegukan jangka pendek dan jangka panjang.

Tindakan operasi juga dapat menjadi faktor cegukan. Beberapa orang mengalami cegukan setelah menjalani anestesi umum atau setelah prosedur yang melibatkan organ perut.

Satu hal yang perlu diingat cegukan yang berkepanjangan dapat menyebabkan komplikasi dan mengganggu makan, tidur dan bicara Anda termasuk saat berpidato. Penyembuhan luka setelah operasi pun bisa terdampak akibat cegukan yang berkepenjangan.

Satu hal penting lainnya, ternyata laki-laki jauh lebih mungkin mengalami cegukan jangka panjang dibandingkan perempuan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan

Sumber : mayoclinic

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup