Fitness First Catatkan 30.000 Member di Seluruh Cabang

Tren olahraga masyarakat di Indonesia telah mendorong hadirnya berbagai tempat olahraga yang memfasilitasi berbagai aktivitas untuk kebugaran tubuh, salah satunya adalah Fitness First.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 30 Mei 2019  |  17:02 WIB
Fitness First Catatkan 30.000 Member di Seluruh Cabang
Peserta berkegiatan di klub Fitness First - Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA - Tren olahraga masyarakat di Indonesia telah mendorong hadirnya berbagai tempat olahraga yang memfasilitasi berbagai aktivitas untuk kebugaran tubuh, salah satunya adalah Fitness First.

Senior Area Business Manager Fitness First Hidayat Indriyanto mengatakan bahwa saat ini Fitness First sendiri telah memiliki lebih dari 30.000 member di seluruh klub dan 300 pelatih pribadi yang telah mendapatkan sertifikat internasional.

Dia mengatakan bahwa lini bisnis klub olahraga di Indonesia terus berkembang. Di Fitness First sendiri, lanjutnya, hal tersebut dikarenakan faktor internal dan eksternal. Faktor internalnya mencakup kualitas staff dan peralatan yang disediakan dengan standar tinggi.

“Faktor eksternal, kami dibantu dengan tingkat kesadaran atas kesehatan dan kebugaran yang semakin tinggi di masyarakat Indonesia, terutama di Jakarta,” katanya kepada Bisnis.

Fitness First sendiri menawarkan berbagai fasilitas di seluruh klub, misalnya dengan adanya steam, sauna, GX class studio, mind and body stusio, dan freestyle arena. Di beberapa lokasi juga terdapat fasilitas untuk kolam renang.

Sementara, dari segi konten Fitness First menawarkan berbagai jenis kelas di semua klub yang ada di Jakarta, seperti flow yoga series, fight series, ride series, dan sebagainya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan member masing-masing.

Hidayat menyampaikan bahwa kendala utama menjalankan bisnis klub olahraga di Indonesia adalah tingkat kesadaran yang belum menyeluruh meskipun terus mengalami pertumbuhan. Selain itu, stigma bahwa menjadi member klub merupakan pengeluaran yang mewah juga menjadi tantangan yang lain.

Padahal, lanjutnya, biaya penindakan atau penyembuhan terhadap suatu penyakit yang diderita setelah dialami oleh masyarakat jauh lebih mahal. Jadi hal bugar dan sehat melalui member klub olahraga menjadi ajang preventif.

“Kami bersyukur bahwa industri kebugaran di Jakarta semakin banyak. Fenomena ini justru membantuk dalam hal edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perangkat fitnes digital

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top