Begini Cara Menyimpan Makanan Pendamping ASI yang Tepat Ketika Mudik

Mempersiapkan MPASI tentu menjadi satu hal wajib yang dilakukan agar nutrisi sang buah hati bisa terpenuhi sepanjang perjalanan mudik.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 01 Juni 2019  |  11:39 WIB
Begini Cara Menyimpan Makanan Pendamping ASI yang Tepat Ketika Mudik
Ilustrasi. - Eatdrinkbetter

Bisnis.com, JAKARTA – Mudik menjadi tradisi tahunan yang kerap dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia menjelang Lebaran.

Kendati mudik merupakan agenda rutin tiap tahun, tidak jarang dari para pemudik yang masih merasa kerepotan, terutama bagi mereka yang membawa anak kecil yang masih dalam fase mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Mempersiapkan MPASI tentu menjadi satu hal wajib yang dilakukan agar nutrisi sang buah hati bisa terpenuhi sepanjang perjalanan mudik. Di samping mempersiapkannya, hal yang tak kalah penting adalah memahami cara menyimpan MPASI yang tepat agar bisa dikonsumsi oleh anak.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi Frieda Handayani mengungkapkan bahwa jika perjalanan mudik hanya berlangsung selama 2 jam, menyiapkan MPASI bisa dilakukan saat sebelum berangkat mudik. Menu MPASI rumahan bisa bertahan dalam suhu ruang selama 2 jam antara 4-60 derajat celcius.

“Kalau mudiknya cuma 2 jam, itu bisa disiapkan dulu. Cuma batas waktu makannya hanya 2 jam. Kalau lebih dari 2 jam, takutnya sudah bercampur dengan bakteri,” ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Frieda melanjutkan jika memungkinkan, bawalah lemari pendingin atau kulkas portabel. MPASI yang mengandung daging, telur, atau ikan akan bertahan dan bisa dikonsumsi dalam waktu 24 jam, sedangkan MPASI berupa sayuran dan buah-buahan aman dikonsumsi dalam 48 jam.

“Pastikan suhu kulkas di bawah 4 derajat celcius dan suhu freezer di bawah 18 derajat celcius,” sambungnya.

Selain itu, MPASI harus segera dipisahkan setelah dimasak dan jangan biarkan bersentuhan dengan alat makan yang telah digunakan.

Frieda menambahkan jika Anda tidak yakin dapat menjaga suhunya, maka MPASI fortifikasi komersial dapat digunakan sebagai alternatif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
makanan, bayi

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top