X-Men: Dark Phoenix, Film Penutup Tanpa Perpisahan

Sulit rasanya menyebut penutup saga film X-Men ke-12, Dark Phoenix, dikerjakan secara manis oleh sang sutradara sekaligus penulis naskah Simon Kinberg.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 12 Juni 2019  |  10:59 WIB
X-Men: Dark Phoenix, Film Penutup Tanpa Perpisahan
Cosplay pemain film X-Men: Dark Phoenix di Senayan City, Jakarta Selatan pada Selasa (11/6/2019). JIBI/Bisnis - Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, JAKARTA - Sulit rasanya menyebut penutup saga film X-Men ke-12, Dark Phoenix, dikerjakan secara manis oleh sang sutradara sekaligus penulis naskah Simon Kinberg. 

Awal dari film ini dibumbui kisah klasik pertemuan pertama Jean Grey (Sophie Turner) dengan Charles Xavier (James McAvoy), hingga keseluruhan dari film ini akhirnya terfokus pada kekuatan luar biasa yang dimiliki Jean. 

Sayangnya, kekuatan luar biasa yang dimiliki Jean tersebut tidak lantas membuat penontonnya terpikat menyaksikan rentetan film berdurasi 1 jam 54 menit tersebut.

Alur film ini terasa sangat membosankan, skripnya terbilang tidak dikerjakan dengan baik untuk kelas film yang berasosiasi dengan Marvel Entertainment. Ya, mungkin, X-Men sudah kehilangan taringnya sejak Apocalypse pada tahun 2016. 

Satu hal yang sejujurnya paling membuat film ini tidak nyaman untuk ditonton adalah Dark Phoenix merupakan stereotype film superhero pada umumnya.  Anggotanya hanya bersiap untuk bertarung, tanpa dialog yang benar-benar bisa membius penontonnya. Bahkan sense of humor dalam film ini pun tidak mampu membuat orang tertawa.

 Tidak ada kata perpisahan

Sayangnya, X-Men hadir sebagai film superhero pertama setelah perilisan Avengers: Endgame. Sebuah mahakarya besar Marvel Cinematic Universe yang mendapat banyak puja-puji bahkan dari kritikus film. 

Ekspektasi besar ini membuat penonton menunggu salam perpisahan dari beberapa anggota X-Men, pertanda penutup yang apik dalam film ini. Seperti halnya Tony Stark dalam film Avengers yang terkenal dengan quote-nya. 'I Love You 3.000'.

Dark Phoenix sama sekali tidak memberi kesempatan pada anggota X-Men yang pada plot ceritanya akan meninggal, untuk mengucapkan selamat tinggal dengan cara yang sangat berwibawa. 

Dikutip dari Buzzfeed News, film ini dibuka dengan pendapatan domestik terendah sepanjang musim panas 2019 dan merupakan film seri X-Men dengan debut terburuk. Namun berita baiknya, Dark Phoenix dikabarkan adalah penutupan film X-Men karya 20th Century Fox, karena Walt Disney Studio akan mengakuisisi franchise film tersebut.

Jadi, mengapa harus menonton film dengan konsep yang lama jika versi terbarunya akan oleh pemain handal?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film, marvel, film hollywood

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup