Bolehkah Wanita Menstruasi Mendonorkan Darahnya? Ini Kata Dokter

Banyak sekali mitos yang berkembang di tengah masyarakat saat ini kalau wanita sedang menstruasi dilarang untuk mendonorkan darahnya, benarkah?
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  10:14 WIB
Bolehkah Wanita Menstruasi Mendonorkan Darahnya? Ini Kata Dokter
Donor darah. - Dok. Kementerian Kesehatan

Bisnis.com, JAKARTA - Banyak sekali mitos yang berkembang di tengah masyarakat saat ini kalau wanita sedang menstruasi dilarang untuk mendonorkan darahnya, benarkah?

Pada dasarnya, syarat untuk bisa mendonorkan darah sangatlah sederhana yakni sehat secara fisik, berusia minimal 17 tahun, memiliki berat badan minimal 45 kilogram, pemeriksaan kesehatan dinyatakan normal dan seminggu sebelum transfusi darah pendonor diharapkan terbebas dari obat-obatan seperti antibiotik dan infeksi lainnya.

Dokter Idah Wido Sari N dari Unit Transfusi Darah, Palang Merah Indonesia (PMI) ditemui di Kementerian Kesehatan pada Senin (24/6/2019) menjelaskan kalau sebenarnya tidak ada larangan untuk seorang wanita yang menstruasi untuk mendonorkan darahnya.

"Sebenarnya itu tergantung kadar hemoglobin yang ada di dalam darah kita juga, ya. Kalau menurut permenkes, aturannya boleh, asal HB (hemoglobin)-nya bagus," buka Idah Wido Sari N.

Namun, dia menuturkan, kalau petugas kesehatan pun perlu memperhatikan kondisi si calon pendonor sebelum transfusi darah mengingat wanita yang sedang menstruasi sebenarnya sangat memerlukan darah segar.

"Tapi kita melihat kondisinya juga, kan orang kalau haid apalagi hari ketiga, hari keempat kan lagi banyak-banyaknya tuh. Walaupun HB bagus, kita ambil 350 cc misalnya, setelah itu dia malah butuh transfusi," sambungnya.

Idah melanjutkan kalau sebenarnya pihaknya sudah melakukan penelitian lebih mendalam terkait hal ini, maka dari itu pihaknya selalu menganjurkan wanita menstruasi untuk tidak mendonorkan darahnya.

"Kita juga sudah melakukan penelitian juga sebenarnya, makanya dari situ kalau menstruasi kita hindari juga. Apalagi donor pertama," tegasnya.

Bagi wanita yang sebelumnya sudah pernah melakukan percobaan mendonorkan darah meski dalam kondisi menstruasi, menurutnya hal tersebut sah-sah saja dilakukan setelahnya.

"Kalau dia donor ketiga keempat waktu itu sudah pernah menstruasi (menjalani transfusi darah), nggak ada apa-apa, nggak ada masalah, ya boleh aja. Tapi secara kualitas tetap kurang bagus," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
donor darah, kementerian kesehatan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top