Persiapkan Kebutuhan Nutrisi Sekolah Anak

Mendekati tahun ajaran baru pendidikan di Indonesia, para orang tua dituntut untuk mempersiapkan kebutuhan anak untuk kembali bersekolah. Tidak hanya material, persiapan kondisi mental dan fisik anak juga menjadi bagian vital yang perlu diperhatikan.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  15:05 WIB
Persiapkan Kebutuhan Nutrisi Sekolah Anak
Diskusi bertema Dukung Semangat Sekolah Anak di Kecil dengan Nutrisi Seimbang di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (4/7) - Bisnis/Syaiful Millah

Bisnis.com, JAKARTA – Mendekati tahun ajaran baru pendidikan di Indonesia, para orang tua dituntut untuk mempersiapkan kebutuhan anak untuk kembali bersekolah. Tidak hanya material, persiapan kondisi mental dan fisik anak juga menjadi bagian vital yang perlu diperhatikan.

Brand Manager SGM Eksplor 3Plus Ditra Komala mengatakan bahwa berdasarkan riset dari British Journal of Nutrition, ada 8 dari 10 anak sekolah di Indonesia berusia 4-12 tahun diketahui kekurangan konsumsi Omega 3.

Hal tersebut, lanjutnya, akan berdampak buruk bagi perkembangan anak pada usia emasnya. Ditra menjelaskan empat dampak kekurangan omega 3, yaitu sulit berkonsentrasi, kurang cerdas, imunitas menurun, dan gangguan pengelihatan.

“Dalam jangka panjang, hal ini dapat menghambat prestasi si kecil di sekolah,” katanya dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Sementara itu, Dokter Spesialis Gizi Klinis Nurul Ratna Mutu Manikam mengatakan bahwa kebutuhan nutrisi yang berimbang merupakan dasar kesiapan fisik anak untuk menerima stimulasi dan pendidikan di sekolah.

Dia memaparkan pada usia 3-6 tahun, kebiasaan anak terhadap konsumsi dan pola makan mulai terbentuk sehingga perlu dibiasakan mengkonsumsi nutrisi yang seimbang, terdiri dari berbagai zat makronutrien dan mikronutrien.

Beberapa komponen nutrisi penting tersebut misalnya karbohidrat, serat, protein, zat besi, hinga lemak, “Pada usia prasekolah, anak akan sangat aktif beraktivitas fisik, begitu juga dengan aktivitas otaknya sehingga diperlukan asupan yang cukup dan beragam,” ujarnya.

Nurul memaparkan idealnya panduan praktis dalam sekali makan untuk anak usia dini terdiri atas 4 sampai 5 sendok makan nasi, 1 potong sedang lauk pauk, setengah mangkuk kecil sayur, dan setengah potong buah.

Selain itu, kebutuhan cairan juga perlu diperhatikan yakni sebanyak 1.200 mili liter cairan setiap hari. Jumlah tersebut, katanya, dapat dikombinasikan antara air mineral, jus buah, dan susu.

“Usia dini merupakan waktu yang sangat tepat untuk memberikan nutrisi terbaik untuk tumbuh kembang anak dan kesiapan mereka menjalani aktivitas sekolah,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anak, nutrisi

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top