Sekelompok Massa Bubarkan Penampilan Grup Band Base Jam di Aceh

Penampilan grup band Base Jam dikabarkan dibubarkan paksa oleh sekelompok orang saat tampil di Banda Aceh, Minggu (7/7/2019) malam.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 08 Juli 2019  |  06:33 WIB
Sekelompok Massa Bubarkan Penampilan Grup Band Base Jam di Aceh
Grup band Base Jam - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Penampilan grup band Base Jam dikabarkan dibubarkan paksa oleh sekelompok orang saat tampil di Banda  Aceh, Minggu (7/7/2019) malam.

Penampilan Base Jam dalam rangka penutupan ajang Aceh Culinary Festival atau ACF yang berlangsung di Taman Sulthanah Shafiyatuddin mulai Jumat (5/7/2019) malam.

Dari informasi yang dihimpun, massa telah berkumpul di lokasi acara sebelum Base Jam naik panggung. Kondisi pun masih dapat dikendalikan diawal penampilan grup band yang dikenal dengan lagu ‘Bukan Pujangga’ pada akhir 1990-an.

Suasana berubah memanas ketika Base Jam membawa lagu ketiga. Sekelompok massa mulai memprotes dan bersitegang dengan panitia. Panitia lainnya langsung mematikan pengeras suara yang berada tidak jauh dari panggung utama. Pun begitu dengan para personel Base Jam, langsung turun dari panggung.

Video ketegangan antara sekelompok massa yang menolak dan panitia juga telah banyak beredar di media sosial. Tapi hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwajib atau pihak lain yang mengaku bertanggungjawab.

Sebelumnya, penampilan Base Jam telah mendapat penolakan dari beberapa kelompok massa di Banda Aceh.

Tidak Tampil

Dalam audiensi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dengan Perwakilan Ahlussunah Waljamaah atau Aswaja, disepakati Base Jam tidak tampil dengan iringan musik pada malam penutupan ACF.

Audiensi dilakukan berawal dari protes dari berbagai pihak terkait desain poster yang beredar di berbagai media sosial Aceh. Dalam poster, terdapat posisi gambar Masjid Raya Baiturrahman di bawah personil Base Jam yang tidak berbusana sesuai dengan peraturan daerah tentang syariat Islam Aceh.

Perwakilan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) yang berada di bawah Kementerian Pariwisata pun telah meminta maaf.

"Untuk itu, Budpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) Aceh sudah meminta mencabut konten tersebut. Kemenpar sudah meminta maaf atas kekhilafan tim mereka," kata Umar Rafsanjani, Ketua Tim Aswaja Aceh dalam keterangan tertulisnya.

Sebagai gantinya, Base Jam hanya diperbolehkan mempromosikan Kuliner Aceh di tingkat nasional dan mancanegara. Opsinya dengan mengunjungi stand tempat kuliner dipamerkan dalam penyelenggaraan ACF 2019.

Sesuai kesepakatan Tim Aswaja dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Aceh Base Jam diminta tampil tanpa iringan musik pada malam penutupan ACF 2019. 

Melalui rilis yang sama, perwakilan Front Pembela Islam (FPI) Banda Aceh turut mengeluarkan sikap senada.

"Bila kesepatakan tersebut tidak diindahkan atau dilanggar, jika terjadi keributan malam penutupan, itu di luar tanggung jawab kami," kata Dedi Mubarak dari FPI.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
konser musik, fpi, banda aceh

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top