Ayah Perokok, Bayi di Kandungan Terancam Asma

Bukan saja ibu hamil yang merokok yang membahayakan janin, tetapi juga paparan asap rokok pasif dari ayahnya. Paparan asap rokok sejak masa prenatal dapat meningkatkan risiko asma pada anak
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  21:01 WIB
Ayah Perokok, Bayi di Kandungan Terancam Asma
Perokok pasif bisa mempengaruhi anak-anak menjadi perokok aktif. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Anak yang sudah terpapar asap rokok dari ayahnya sejak masih dalam kandungan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami asma. Hal ini diungkapkan dalam sebuah penelitian tentang perubahan kimiawi pada DNA di National Defense Medical Center Taipei, Taiwan.

Bukan saja ibu hamil yang merokok yang membahayakan janin, tetapi juga paparan asap rokok pasif dari ayahnya. Paparan asap rokok sejak masa prenatal dapat meningkatkan risiko asma pada anak

Peneliti melakukan penelitian terdapat 756 bayi selama enam tahun. Ternyata, satu dari empat bayi peserta penelitian telah terpapar tembakau oleh ayahnya yang merokok ketika anak masih dalam kandungan.

Secara keseluruhan, 31 persen anak-anak yang ayahnya merokok selama anak masih dalam kandungan ternyata menderita asma pada usia 6 tahun. Asma juga lebih umum terjadi pada anak-anak yang ayahnya adalah perokok berat.

“Anak-anak dengan pajanan asap rokok dari ayah selama masa kehamilan memiliki risiko terkena asma lebih tinggi daripada mereka yang ayahnya merokok kurang dari 20 batang per hari dan dari mereka yang tidak terpapar asap sama sekali,” kata peneliti Kuender Yang seperti dilansir Reuters.

Sekitar 35 persen anak-anak dengan ayah yang perokok berat menderita asma dan 25 persen anak-anak memiliki asma karena ayah yang perokok ringan.

Ayah yang merokok selama bayi masih dalam kandungan ibunya dikaitkan dengan perubahan metilasi atau kode kimia di sepanjang untai DNA. Bagian DNA ini yang memengaruhi aktivitas gen yang terlibat dalam fungsi sistem kekebalan tubuh dan perkembangan asma.

Para peneliti mengekstraksi DNA bayi dari darah tali pusat segera setelah lahir dan memeriksa metilasi DNA. Makin banyak ayah merokok selama kehamilan, makin banyak metilasi meningkat pada rentang tiga gen spesifik yang berperan dalam fungsi kekebalan tubuh.

Penelitian ini menunjukkan bahwa risiko asma dari paparan tembakau tidak seperti asma yang didorong oleh alergi. Intinya, merokok di sekitar bayi pada saat dia belum lahir maupun belum lahir ternyata sangat berbahaya.

Jalan terbaik untuk menyelamatkan anak dari risiko asma adalah orang tua berhenti merokok ketika memutuskan untuk memiliki anak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hamil

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top