Alasan Artis Kerap Terjerat Narkoba Secara Psikologi

Komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung harus berurusan dengan polisi setelah terbukti mengonsumsi narkoba jenis sabu. Kasus Nunung menambah daftar panjang kalangan artis yang terjerat kasus narkotika.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  10:42 WIB
Alasan Artis Kerap Terjerat Narkoba Secara Psikologi
Komedian Nunung (kiri) dan suami, Jan Sambiran (tengah) - Bisnis/Rayful

Bisnis.com, JAKARTA - Komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung harus berurusan dengan polisi setelah terbukti mengonsumsi narkoba jenis sabu. Kasus Nunung menambah daftar panjang kalangan artis yang terjerat kasus narkotika.

Sejak beberapa dekade terakhir, narkoba kerap terikat dengan kalangan glamor termasuk artis. Kemampuan membeli narkoba dan pengaruh lingkungan menjadikan sejumlah publik figur tertarik dengan barang haram itu.

Psikolog Universitas Bina Nusantara Nanang Suprayogi mengatakan sebelum Nunung, puluhan artis telah lebih dulu merasakan dinginnya ruang prodeo akibat konsumsi narkotika

Secara psikolgi, artis cenderung dekat dengan narkoba untuk meningkatkan kepercayaan diri. Apalagi artis selalu dituntut untuk tampil maksimal saat terlihat di hadapan publik. Mereka selalu harus terlihat sempurna demi karir cemerlang.

Namun, setiap individu dinilai tetap memiliki sisi di mana dirinya merasa kurang percaya diri. Dari kondisi demikian, beberapa memilih untuk menempuh jalur instan yaitu mengonsumsi narkoba.

"Karena si artis harus tampil maksimal dan tuntutan tinggi baik publik maupun manajemen. Maka di situ dia merasa ada beban mental," katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Menurut Nanang, ada beberapa aspek di sekitar kalangan artis yang membuat seseorang merasa tertekan. Namun demikian secara psikologi, dampak ini terjadi akibat pengaruh di kehidupan sosial.

Lingkungan sosial bukan berarti tidak mempengaruhi sikap seseorang menggunakan narkoba. Terlebih kehidupan glamor dan senang-senang memang menjadi ciri khas artis.

Biasanya kata Nanang, jika dalam kelompoknya mulai terpengaruh narkoba, hanya butuh waktu sebentar untuk menjalarkan ke teman-teman di sekitarnya.

Di samping itu, harga narkoba bukan masalah bagi golongan artis. Mereka disebut memiliki kemampuan untuk membeli barang haram itu. Hal ini menegaskan bahwa narkoba seperti sabu hanya dibeli oleh kalangan atas.

"Secara psikologisnya, secara sosialnya dia berada di lingkungan yang banyak orang ikut konsumsi dan aksesnya juga gampang. Itu juga yang memudahkan si artis itu terjerat," terangnya.

Namun mereka dinilai tetap dapat berhenti mengonsumsi narkoba jika memiliki keinginan kuat. Di sisi lain, orang terdekat termasuk saudara dan keluarga harus memberikan dukungan moral agar pengguna dapat meninggalkan kebiasaan buruk tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
narkoba

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top