Menunggu Kelahiran Anak, Ayah Juga Bisa Alami Depresi

Adakalanya seorang ibu mengalami tanda-tanda depresi pascapersalinan, apalagi jika dia baru pertama kali menjadi ibu. Namun, sayangnya kondisi ini sering tidak disadari juga terjadi pada ayah.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  18:52 WIB
Menunggu Kelahiran Anak, Ayah Juga Bisa Alami Depresi
Ayah dan anak - pinterest.com

Bisnis.com, JAKARTA—Adakalanya seorang ibu mengalami tanda-tanda depresi pascapersalinan, apalagi jika dia baru pertama kali menjadi ibu. Namun, sayangnya kondisi ini sering tidak disadari juga terjadi pada ayah.

Seorang ayah juga dapat mengalami gejala depresi setelah istrinya melahirkan. Hal ini diungkapkan dalam sebuah penelitian di Anglia Ruskin University, Inggris.

Perlu disadari bahwa gangguan kesehatan mental mungkin saja terjadi pada kedua orang tua ketika mereka baru saja menjadi orang tua. Ayah baru maupun ibu baru bisa mengalami kecemasan, depresi, dan trauma. Sementara di sisi lain, mereka juga tetap berjuang demi bayinya. Hal inilah yang membuat mereka cenderung menderita.

Faktanya penelitian menemukan bahwa satu dari empat ayah mengalami depresi pascapersalinan selama 3-6 bulan setelah bayi dilahirkan. Peneliti Viren Swami melakukan penelitian mengenai hal ini setelah dia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental setelah kelahiran putranya.

"Setelah saya didiagnosis, saya ingin melakukan penelitian lebih lanjut dan mencari tahu mengapa begitu banyak orang, seperti saya, berpikir bahwa pria tidak bisa mengalami depresi pascakelahiran," kata Swami.

Swami dan rekan-rekannya melakukan penelitian terhadap 406 sukarelawan, usia 18—70, dan meminta mereka membaca dua sketsa (satu perempuan dan satu pria) yang menggambarkan situasisubjeknya menderita depresi pascapersalinan.

Peserta awalnya ditanya apakah mereka percaya ada sesuatu yang salah dengan subjek sketsa. Hampir semua orang yakni 97% menjawab ya untuk sketsa perempuan, dan 79,5% menjawab ya untuk pria.

Selanjutnya, peserta ditanyai tentang apa yang kira-kira terjadi pada kedua subjek sketsa. Pada subjek yang perempuan ternyata 90,1% dengan benar menilai sketsa sebagai depresi pascapersalinan, sementara hanya 46,4% yang menilai yang sama untuk subjek pria atau ayah.

Di antara mereka yang memang merasakan ada sesuatu yang aneh dengan sketsa pria dalam studi kasus itu, 61% dengan tepat menilai itu adalah gejala depresi. Tetapi 20,8% berpikir itu hanyalah gejala stres biasa, 11% meresponsnya sebagai gejala kelelahan, dan beberapa yang lain mengatakan hal itu adalah kecemasan atau merasa diabaikan.

Nah, depresi yang tidak terlihat jelas inilah yang tampaknya memaksa ayah untuk mengatasi masalah mereka sendiri tanpa bantuan profesional. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa pria juga bisa mengalami depresi ketika menjadi orang tua baru.

Meskipun persentase responden yang mengakui depresi pascamelahirkan hanya terjadi  pada perempuan lebih tinggi, setidaknya masih ada beberapa orang yang mengakui depresi juga bisa terjadi pada ayah.

Ada banyak ayah yang mengalami hal ini dan merasa sendirian karena tidak ada yang menyadari penderitaan mereka. Jadi, saat masih baru menjadi orang tua, sebaiknya kesehatan mental baik ibu dan ayah, harus diperhatikan dengan serius dan seimbang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parenting

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top